LENTERAMERAH – Banyak orang mengenali mobil Mercedes-Benz dari logo bintang tiga sudutnya, tetapi jarang benar-benar memahami arti huruf yang tertera di bagian belakang mobil. Padahal, kode nama Mercedes bukan elemen acak atau sekadar strategi pemasaran, melainkan sistem klasifikasi teknis yang sudah digunakan selama puluhan tahun.
Penjelasan ringkas mengenai sistem ini kembali ramai diperbincangkan setelah sebuah video pendek yang diunggah akun X @Rainmaker1973 memperlihatkan cara membaca arti huruf pada berbagai model Mercedes-Benz secara sederhana dan langsung. Video tersebut menarik perhatian luas karena menjelaskan sesuatu yang selama ini dianggap “biasa saja”, tetapi sebenarnya fundamental.
Dalam sistem penamaan Mercedes-Benz, huruf utama pada nama model berfungsi sebagai penanda segmen kendaraan. Huruf “A” merujuk pada mobil kompak, dirancang untuk penggunaan urban dengan dimensi paling kecil dalam lini sedan Mercedes. Di atasnya, “C” menunjukkan sedan kelas menengah yang menjadi tulang punggung penjualan global merek ini.
Huruf “E” menandakan sedan menengah-besar, diposisikan sebagai kendaraan eksekutif dengan keseimbangan antara kenyamanan dan performa. Sementara itu, “S” merupakan singkatan dari Sonderklasse, atau kelas khusus, yang menempati posisi puncak sebagai sedan besar dan flagship teknologi Mercedes.
Selain sedan, kode nama Mercedes juga mencakup lini sport. “SLK” digunakan untuk roadster sport berukuran kecil, sedangkan “SL” menandai mobil sport kelas atas dengan orientasi performa dan kemewahan. Ada pula “CLS”, yang diperkenalkan sebagai sedan sport empat pintu, menggabungkan siluet coupe dengan fungsi sedan.
Untuk kendaraan berfungsi khusus, Mercedes menggunakan penanda berbeda. Huruf “V” mengacu pada kendaraan multi-guna atau van, yang dirancang untuk kebutuhan keluarga maupun komersial. “G” merujuk pada kendaraan off-road dengan karakter utilitarian, sementara “GL” digunakan untuk SUV berorientasi penggunaan perkotaan dengan kemampuan lintas medan.
Salah satu kode yang paling dikenal publik adalah “AMG”. Dalam sistem penamaan Mercedes, AMG bukan sekadar varian tampilan, melainkan penanda kendaraan berperforma tinggi. Model AMG biasanya mengalami perubahan signifikan pada mesin, suspensi, dan karakter berkendara, menjadikannya kelas tersendiri dalam hierarki produk.
Selain huruf, angka di belakang nama model juga memiliki sejarah penting. Pada era sebelumnya, angka mencerminkan kapasitas mesin, misalnya 260 untuk mesin 2,6 liter. Seiring perkembangan teknologi dan regulasi, angka tersebut berevolusi menjadi penanda tingkat tenaga atau posisi model dalam lini produk, bukan lagi ukuran mesin secara literal.
Sistem ini dirancang agar konsumen dapat mengenali ukuran, fungsi, dan karakter mobil hanya dari namanya, tanpa harus membuka spesifikasi teknis yang rumit. Itulah mengapa, meski maknanya mengalami penyesuaian, kode nama Mercedes tetap dipertahankan hingga kini sebagai bahasa internal yang mudah dibaca oleh pasar global. ***




