Pemerintah: Misi TNI ke Gaza Bersifat Non-Tempur, Fokus pada Bantuan Kemanusiaan



LENTERAMERAH – Pemerintah menyatakan rencana pengiriman personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza tidak terkait operasi militer tempur. Misi tersebut, menurut pemerintah, sepenuhnya berorientasi pada kemanusiaan dan stabilisasi kawasan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan bahwa penugasan dilakukan secara terbatas sesuai mandat yang ditetapkan pemerintah. Personel Indonesia disebut tidak akan dilibatkan dalam konfrontasi bersenjata dengan pihak mana pun.

Penegasan itu disampaikan merespons kritik sejumlah pihak yang mengkhawatirkan potensi keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Menurut keterangan resmi pada 16 Februari 2026, fokus tugas meliputi perlindungan warga sipil, dukungan medis, pemulihan infrastruktur dasar, serta pelatihan teknis. Pemerintah menyatakan tidak ada mandat operasi tempur dalam misi tersebut.

Bantuan Sudah Disalurkan

Sebelumnya, Indonesia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengerahkan pesawat C-130J Super Hercules untuk menjatuhkan bantuan logistik berupa bahan pangan dan obat-obatan.

Tenaga medis TNI juga dilaporkan memberikan layanan kesehatan di fasilitas medis sekitar Gaza dan El Arish, wilayah dekat perbatasan. Pemerintah menyebut ribuan warga Palestina telah menerima perawatan.

Kapal Rumah Sakit Disiapkan

Untuk mendukung misi kemanusiaan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyiapkan sejumlah kapal rumah sakit, antara lain KRI dr. Soeharso-990, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.

Kapal tersebut dilengkapi fasilitas ruang operasi, rawat inap, serta dukungan evakuasi medis udara. Pemerintah menegaskan seluruh dukungan bersifat non-ofensif.

Politik Bebas-Aktif

Pemerintah menyatakan keterlibatan Indonesia dalam misi internasional tetap mengacu pada hukum internasional dan berada dalam kendali nasional.

Langkah ini, menurut pemerintah, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif yang selama ini menjadi dasar diplomasi Indonesia.

Dengan pernyataan tersebut, pemerintah berharap publik memahami bahwa pengiriman personel TNI ke Gaza merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap warga Palestina, bukan keterlibatan dalam operasi militer.***