Kemenhub Siapkan Strategi Mudik 2026: Motis Gratis, 177 Rest Area, hingga 35 Kapal di Gilimanuk


LENTERAMERAH – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 143 juta orang.

Mayoritas pemudik diprediksi menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kemacetan, kelelahan pengemudi, serta risiko kecelakaan di jalur darat.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, mengatakan pemerintah menyiapkan strategi terintegrasi untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik.

Salah satu program yang disiapkan adalah Angkutan Motor Gratis (Motis) 2026. Program ini menyediakan kuota hingga 11.900 unit sepeda motor dengan kapasitas penumpang sekitar 28.000 orang.

Motis ditujukan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor di jalur mudik yang selama ini berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan.

Titik keberangkatan Motis berada di sejumlah terminal di Jakarta, antara lain Kampung Rambutan, Lebak Bulus, dan Pulogebang. Peserta diwajibkan memenuhi persyaratan administratif serta standar keselamatan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan 177 terminal dan 48 Unit Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area tambahan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di rest area utama saat puncak arus mudik.

Fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, layanan kesehatan, serta pemeriksaan kendaraan.

Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada jalur penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. Jumlah kapal operasional ditingkatkan menjadi 35 unit.

Selain penambahan armada, pemerintah menerapkan sistem Tata Batas Bongkar Muat (TBB) untuk mempercepat arus kendaraan. Pengaturan antrean juga didukung dengan buffer zone serta pemantauan berbasis data secara real-time.

Kementerian Perhubungan menyatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan pemudik.

Pemerintah mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari waktu puncak, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan dalam keadaan baik.***