Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Program Pendidikan Gratis untuk Keluarga Miskin


LENTERAMERAH— Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, Senin, 12 Januari 2026. Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan 2.

Program ini menjadi bagian dari agenda pemerataan akses pendidikan gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo sejak awal masa pemerintahannya.

Pemerintah menilai pendidikan sebagai instrumen utama untuk menekan ketimpangan sosial dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi, terutama di wilayah rentan dan terdampak bencana.


Anggaran dan Daya Tampung

Pada tahap awal, pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat menyerap anggaran sekitar Rp6,6 triliun dari total pagu Rp8,2 triliun. Dengan alokasi tersebut, program ini melayani 15.895 siswa di berbagai daerah.

Selain itu, program ini juga membuka lapangan kerja bagi 7.107 tenaga, terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah menyebut desain Sekolah Rakyat disesuaikan dengan kebutuhan daerah, baik dari sisi infrastruktur maupun kurikulum dasar.


Alasan Pemilihan Kalimantan Selatan

Anggota DPR RI Sudian Noor mengatakan Kalimantan Selatan dipilih sebagai lokasi peresmian karena posisinya yang strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan simpul ekonomi Kalimantan.

Menurut dia, daerah ini juga dinilai memiliki kesiapan infrastruktur serta pengalaman dalam penanganan bencana, hasil kerja sama pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal.


Ekspansi Tahap II pada 2026

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pemerintah telah menyiapkan tahap kedua Sekolah Rakyat pada 2026.

Pada tahap ini, pembangunan direncanakan di 104 lokasi baru.

Program lanjutan tersebut ditargetkan menampung hingga 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar, yang terdiri atas 1.872 SD, 936 SMP, dan 936 SMA.

Pemerintah berharap ekspansi Sekolah Rakyat dapat memperkuat pemerataan pendidikan dan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang.***


Tinggal beri instruksi lanjutan.