Video Simulasi AI Longsor Cisarua Viral, PVMBG Tegaskan Bukan Kejadian Nyata



LENTERAMERAH – Video simulasi longsor berbasis artificial intelligence (AI) yang menampilkan kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut muncul setelah longsor terjadi di Desa Pasirlangu dan sempat diklaim sebagai longsor susulan.

Tim SAR dan otoritas kebencanaan memastikan video yang beredar bukan peristiwa sebenarnya. Rekaman itu merupakan hasil rekayasa visual menggunakan teknologi AI. Klarifikasi disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat yang sempat mengira terjadi longsor lanjutan di wilayah tersebut.

Meski bukan kejadian nyata, teknologi AI dinilai mampu menghadirkan simulasi bencana dengan visual yang menyerupai kondisi lapangan. Simulasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kebencanaan, sepanjang disertai penjelasan dan konteks yang jelas.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Edi Slameto, mengatakan longsor di wilayah Cisarua bukan disebabkan satu faktor. “Kondisi batuan yang mudah lapuk, lereng curam, curah hujan tinggi, serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor yang saling memengaruhi,” kata Edi.

Menurut dia, kawasan Bandung Utara memiliki tingkat kerentanan longsor yang tinggi. Risiko tersebut meningkat saat intensitas hujan tinggi dan aktivitas manusia tidak memperhatikan daya dukung lingkungan.

Edi menambahkan, pemahaman masyarakat terhadap karakteristik longsor penting untuk mengurangi risiko. Dalam konteks ini, simulasi berbasis AI dapat membantu menjelaskan bahwa longsor merupakan bencana multifaktor, bukan kejadian yang muncul secara tiba-tiba.

Mitigasi bencana longsor, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mencakup pemetaan wilayah rawan, pengendalian pembangunan di lereng curam, pengelolaan drainase, serta edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemerintah menekankan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan sebelum bencana terjadi. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dinilai dapat mendukung upaya tersebut selama digunakan secara akurat dan tidak menyesatkan publik.