Lentera Merah

Information in Your Fingertips

Implementasi Making Indonesia 4.0 Melalui Pemberdayaan IKM

teknologi digital dan e-bisnis
Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional, Loemongga Agus Gumiwang menyatakan pemberdayaan IKM saat ini yang dilakukan melalui teknologi digital dan e-bisnis, sejalan dengan langkah pemerintah dalam implementasi Making Indonesia 4.0. (Photo : Istimewa)

Yogyakarta, LM – Sebagai implementasi Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian mendorong para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk menggunakan teknologi digital dalam memasarkan produk maupun mendapatkan ilmu dan peningkatan keterampilan. Serta terus meningkatan penggunaan bahan baku asli Indonesia dalam mengembangkan produknya.

Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional, Loemongga Agus Gumiwang menyatakan pemberdayaan IKM saat ini yang dilakukan melalui teknologi digital dan e-bisnis, sejalan dengan langkah pemerintah dalam implementasi Making Indonesia 4.0.

“Selain penggunaan teknologi dalam pemberdayaan, pemerintah juga mendorong peningkatan P3DN, yang sejalan dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia,” kata Loemongga dalam sambutannya pada Workshop e-smart IKM, Kementerian Perindustrian, Selasa (22/6/2021).

Percepatan transformasi proses bisnis tradisional menuju digital atau online, perlu dilakukan oleh para pelaku IKM.

“Karena para pelaku akan mendapatkan akses yang lebih luas dan juga bisa mendapatkan peningkatan keterampilan, yang hanya melalui sistem digital,” ucapnya.

Target kedepannya, tentunya adalah pemulihan ekonomi dan membentuk kemandirian ekonomi berbasis IKM yang mampu memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“IKM sudah sepatutnya menjadi bagian dari rantai pasok pasar barang dan jasa, dengan berkolaborasi dengan industri besar dan bersinergi dengan pemerintah yang memastikan kepastian pasar bagi IKM,” ucapnya lagi.

Potensi belanja barang dan jasa pemerintah pusat pada tahun 2021, adalah Rp677 triliun.

“Diharapkan dengan masuknya IKM ke dalam jaringan pengadaan barang dan jasa pemerintab pusat, maka pelaku IKM akan bisa mengambil bagian dari proses pengadaan barang dan jasa yang cukup besar ini,”

Loemongga mengharapkan para pelaku IKM dapat memanfaatkan sistem digital ini.

“Saya berharap para pelaku IKM bisa secara aktif menggunakan e-bisnis ini dan juga melakukan pemasaran secara online untuk meraih peluang pasar yang lebih luas,” tandasnya.

Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Kementerian Perindustrian, Ir. E. Ratna Utarianingrum, MSi, menyatakan pelaksanaan Workshop e-smart IKM merupakan upaya pemberdayaan IKM melalui pengaplikasian teknologi.

“Yaitu melalui e-bisnis dan memperluas akses pasar pelaku IKM melalui teknologi digital. Serta merupakan langkah aplikasi Indonesia 4.0 dan rangkaian gerakan bangga buatan Indonesia,” kata Ratna.

Ia menyatakan, untuk kegiatan workshop kali ini, yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, menargetkan 250 pelaku IKM, meliputi industri mainan, alat olahraga, alat musik, kerajinan, fesyen, home care, pakaian bayi dan perlengkapan kebersihan.

“Materinya akan meliputi cara pembuatan konten untuk pemasaran produk, tips pembuatan foto produk, pemanfaatan market place untuk pemasaran maupun jaringan pengadaan barang atau jasa kebutuhan pemerintah, dan mendapatkan program sosialisasi dari Kementerian Perindustrian,” urainya.

Para peserta, lanjutnya, akan mendapatkan pelatihan secara langsung dari para pemberi materi.

“Pelatihannya terkait penggunaan market place dan pelatihan penggunaan aplikasi katalog e-smart IKM, termasuk semua program yang ada di dalamnya,” pungkasnya.(Jls/Red)

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *