Lentera Merah

Information in Your Fingertips

Proses Menyusui Benar, Ini Dia Tanda pada Bayi

interval menyusui dan jumlah asupan bayi
Proses menyusui yang baik, termasuk salah satu bagian dari mempersiapkan tumbuh kembang anak. (Photo : Healthy Options)

Jakarta, LM – Proses menyusui yang baik, termasuk salah satu bagian dari mempersiapkan tumbuh kembang anak. Memastikan interval menyusui dan jumlah asupan bayi, akan memastikan bayi berada dalam milestone grafik pertumbuhan yang benar.

Konsultan Laktasi RS Pondok Indah dr. Meutia Ayuputeri Kumaheri, MRes, IBCLC, CIMI, menjelaskan bayi umumnya merasakan lapar setiap 2-3 jam.

“Proses pencernaan ASI oleh bayi itu sekitar 2-3 jam. Akan terlihat sinyal lapar dari bayi. Kalau sudah terlihat, langsung susui bayi, jangan menunggu bayi menangis. Karena bayi yang menangis atau mengamuk akan lebih susah untuk menyusui secara baik. Waktu dan jumlah asupan saat menyusui ini sangat penting karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak,” kata dr. Meutia saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Kalau bayi tertidur pada jarak menyusui ini, ia menyatakan sebaiknya ibu membangunkan bayinya. Agar bayi terbiasa dengan ritme menyusui.

“Kalau sudah terbiasa dengan ritme menyusui, akan lebih mudah untuk melihat tanda-tanda bayi lapar. Biasanya, bayi akan membuka dan menutup mulutnya untuk menunjukkan bahwa dirinya lapar. Atau, bayi akan menjilat bibir dan mengeluarkan suara mendecap. Atau memasukkan jari atau tangannya ke mulut,” urainya.

Setelah melewati tanda awal ini, bayi akan memasuki tahap kedua, yaitu mulai menggerakkan anggota tubuhnya dan mengeluarkan suara-suara.

“Bayi akan mulai mencari payudara ibunya dengan menggerakkan kepala dan mulut. Bayi juga terlihat gelisah dan tak bisa diam. Tak jarang, bayi juga mulai rewel dan disertai bernafas dengan cepat atau pendek-pendek,” urainya lebih lanjut.

Tahap ketiga, indikasi bayi merasakan lapar adalah menangis dan bergerak dengan lebih aktif.

“Saat bayi memasuki tahap ini jangan langsung disusui. Karena bayi yang menangis akan susah atau butuh waktu yang lebih lama untuk melekatkan mulutnya secar penuh pada aerola dan puting ibu. Sebaiknya bayi ditenangkan dahulu baru kemudian disusui,” ucap dr. Meutia.

Saat bayi sudah kenyang, biasanya bayi akan melepaskan mulutnya dari payudara dan mulai memalingkan kepalanya dari payudara ibu.

“Ada bayi yang tidak tertidur paska menyusu. Walaupun umumnya memang bayi itu tertidur paska menyusu. Tapi, bukan berarti bayi tidak kenyang. Bayi yang kenyang akan terlihat dari gerakan mulutnya yang menutup dan bayi terlihat rileks,” ucapnya lebih lanjut.

Paska menyusui, lanjutnya, jangan lupa untuk menyendawakan bayi untuk menghindari bayi gumoh.

“Jika kita ukur, bayi baru lahir hingga berumur tiga hari, membutuhkan 5-7 ml setiap kali menyusui. Karena lambung bayi masih sebesar buah ceri atau kelereng,” urai dr. Meutia.

Memasuki hari ketiga hingga hari ketujuh, lambung bayi sudah berkembang seukuran bola bekel atau biji walnut besar, yang membuat bayi membutuhkan asupan antara 22-27 ml setiap menyusui.

“Memasuki umur seminggu hingga menjelang umur sebulan, lambung bayi sudah seukuran bola pingpong dan kebutuhannya antara 45-60 ml per menyusu. Dan saat sebulan, bayi akan memiliki lambung sebesar telur ayam dengan kebutuhan asupan antara 80 hingga 190 ml setiap kali menyusu,” urainya lebih lanjut.

Meutia menyebutkan jika proses menyusui dilakukan dengan benar, maka akan dapat terlihat dari beberapa tanda.

“Bayi umumnya menyusu 8-12 kali dalam waktu 24 jam. Setelahnya bayi akan terlihat tenang. Pada hari keempat, bayi akan BAB dua kali sehari dengan awalnya hijau kehitaman dan berubah menjadi warna kekuningan. BAK akan mulai keluar hari kedua yang intervalnya terus meningkat setiap harinya. Berat badan bayi akan mengalami peningkatan sekitar 155-240 gram per minggu hingga usianya memasuki 4 minggu. Dan yang paling gampang terasa adalah payudara akan terasa kosong setiap kali usai menyusui,” pungkasnya.(Bop/Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *