SDI Manaratul Ulum Jakarta Lakukan PTM Dengan Prokes Ketat

PTM pemprov di Jakarta
Di sekolah ini sistem pembelajaran tatap muka dilakukan selama 4 jam yang dimulai dari jam 07.00 WIB – 11.00 WIB. Adapun waktu istirahat siswa selama 30 menit, sehingga waktu belajar siswa yang efektif yakni berkisar tiga jam tiga puluh menit.(Photo : RA)

Jakarta, LM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berlangsung pada hari Senin(3/1/2022) resmi digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dengan tiap ruang kelas berisi 100 persen murid. Menurut pantauan LenteraMerah.com di SDI Manaratul Ulum, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Pembelajaran Tatap Muka yang kali untuk pertama digelar di sekolah ini menerapkan protokol Kesehatan yang super ketat. Kepala Sekolah maupun guru-guru kelas di sekolah ini menerapkan protokol Kesehatan dengan mengukur suhu tubuh setiap siswa sebelum masuk ke ruang kelas disamping mencuci tangan dan memakai masker. Ini berlaku selama siswa mengikuti pelajaran di sekolah.

“Di hari pertama Pembelajaran Tatap Muka ini, Kami sangat ketat menerapkan protokol kesehatan kepada semua siswa-siswi di SDI Manaratul Ulum. Salah satunya dengan mengukur suhu badan siswa-siswi SDI Manaratul Ulum sebelum masuk ke lingkungan sekolah dengan alat Termometer Digital Infrared,”ungkap Rosita Agustin, M.Pd,  Kepala Sekolah Dasar Islam Manaratul Ulum kepada LM.com.

Di sekolah ini sistem pembelajaran tatap muka dilakukan selama 4 jam yang dimulai dari jam 07.00 WIB – 11.00 WIB. Adapun waktu istirahat siswa selama 30 menit, sehingga waktu belajar siswa yang efektif yakni berkisar tiga jam tiga puluh menit.

Walau telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka, namun pihak sekolah tetap memberlakukan jarak antar siswa di ruang kelas. Bukan hanya siswa yang diwajibkan mengenakan masker, namun protokol kesehatan ini juga berlaku untuk guru dan para perangkat sekolah lainnya.

PTM di Jakarta Prokes
Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan Pertemuan Tatap Muka ini dirasa telah memenuhi persyaratan protokol kesehatan sehingga tidak ada orang tua atau wali murid yang menolak kegiatan proses belajar mengajar dengan sistem PTM ini. (Photo : RA)

Sebanyak 200 siswa yang mengikuti kegiatan Pertemuan Tatap Muka ini dirasa telah memenuhi persyaratan protokol kesehatan sehingga tidak ada orang tua atau wali murid yang menolak kegiatan proses belajar mengajar dengan sistem PTM ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menyebut ketentuan PTM merujuk SKB empat menteri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021, serta SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 1363 Tahun 2021.

SKB 4 Menteri, daerah yang diizinkan menggelar PTM setiap hari dengan kapasitas bisa 100 dan durasi belajar maksimal 6 jam, adalah daerah dengan capaian vaksinasi dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen.(Bot/Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *