Lentera Merah

Information in Your Fingertips

Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Tidak Optimal

Survei Lingkungan Belajar
Keberadaan mapel informatika disambut baik oleh organisasi profesi EduTech Madrasah. Dinyatakan, wacana ini akan bisa membuka peluang bagi pendidik berkompetensi informatika untuk mendapatkan peluang mengajar sesuai keilmuan mereka.(Photo : Max F)

Banten, LM – Keberadaan mapel informatika disambut baik oleh organisasi profesi EduTech Madrasah. Dinyatakan, wacana ini akan bisa membuka peluang bagi pendidik berkompetensi informatika untuk mendapatkan peluang mengajar sesuai keilmuan mereka.

Perwakilan EduTech Madrasah, Catur Yoga menyatakan sangat menyambut baik wacana untuk memasukkan informatika dalam mapel wajib madrasah.

“Dengan diterimanya buku panduan untuk kelas 7 dan kelas 10 terkait pengajaran informatika, kami sangat semangat. Karena sudah lama menantikan hal ini. Karena selama ini informasi dari Kemenag masih sangat kurang,” kata Catur, dalam diskusi online pendidikan, Kamis (29/7/2021).

Ia menceritakan, umumnya yang terjadi di madrasah, status bimbingan TIK memberikan tekanan yang besar bagi pendidik.

“Karena statusnya honorer, kalau tidak ada pelajarannya akan dialihkan ke mapel lain atau dikelurkan karena tidak memiliki tugas mengajar,” ucapnya.

Sehingga, saat menerima buku panduan informatika dari pihak Kemendikbud, merasa sangat tertolong dalam menyediakan materi pengajaran dan membuka peluang untuk menjadi pengajar di mapel tersebut.

“Karena selama ini di Kemenag belum ada. Selama ini, yang saya lakukan adalah mencari sendiri materinya lalu meramunya menjadi materi pengajaran di MAN dimana saya mengajar. Jika cocok, baru saya share ke rekan di MAN lainnya,” ucapnya lagi.

Tapi, jika informatika ini dijadikan mapel wajib, Catur menyebutkan kendala utamanya adalah banyak madrasah yang sudah tidak memiliki pengajar informatika. Atau ada sebagian yang sudah menjadi ‘teknisi’ TIK saja di madrasah tersebut.

“Sehingga penting juga untuk melibatkan madrasah dalam pelatihan informatika yang dilakukan para organisasi profesi,” tandasnya.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menyatakan kebutuhan materi dan panduan pendidikan informatika yang dibutuhkan oleh peserta didik di Indonesia belum dapat dipenuhi oleh Kemendikbud ristek.

“Kita melihat dari buku panduan informatika yang dibagikan saja. Terlihat disana, materi yang ada tidak terstruktur dengan baik. Apa yang mau dicapai juga tidak jelas. Jadi, tak salah jika saya meragukan langkah Kemendikbud ristek terkait informatika,” kata Indra, dalam kesempatan yang sama.

Ia menyatakan, jika memang madrasah selama ini belum diberikan panduan informatika, ia sangat mendukung dan mau berkontribusi untuk membangun mapel informatika di madrasah.

“Kalau memang belum ada, saya sangat bersedia untuk membantu dari segi resources. Karena madrasah terlihat lebih terbuka untuk menciptakan tatanan pembelajaran informatika yang lebih baik,” pungkasnya.(Sur/Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *