Lentera Merah

Information in Your Fingertips

Terus Meningkat Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia

SITUASI COVID-19
Pada 21 Agustus 2021, angka kematian harian tak berbeda jauh dengan hari kemarin, yaitu 1.361, meningkat 13 orang dibandingkan angka kematian harian 20 Agustus 2021, yaitu 1.348. Angka ini menjadikan total kasus kematian menjadi 125.342 atau 3,159 persen dari total keseluruhan kasus, yaitu 3.967.048. (Photo : Rom)

Makassar, LM – Pada 21 Agustus 2021, angka kematian harian tak berbeda jauh dengan hari kemarin, yaitu 1.361, meningkat 13 orang dibandingkan angka kematian harian 20 Agustus 2021, yaitu 1.348. Angka ini menjadikan total kasus kematian menjadi 125.342 atau 3,159 persen dari total keseluruhan kasus, yaitu 3.967.048.

Sementara angka kesembuhan yang tercatat adalah 23.011, menurun dari hari kemarin yang berada pada 26.122 dan menjadikan total kasus sembuh menjadi 3.522.048 atau 88,782 persen dari keseluruhan kasus.

Tercatat sepuluh besar provinsi yang memiliki angka kematian terbesar harian adalah Provinsi Provinsi Jawa Barat dengan 343 jiwa, Jawa Tengah 311, Jawa Timur 213, Bali 57, Riau 43, Sumatera Utara 39, Kalimantan Timur 37, DI Yogyakarta, Aceh dan Sulawesi Tenggara masing-masing 29, Kalimantan Selatan 27 dan Sulawesi Selatan 21.

Sementara untuk jumlah kasus baru harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Timur 2.122, Jawa Barat 1.747 kasus, Jawa Tengah 2.507, Sumatera Utara 1.189, DI Yogyakarta 930, DKI Jakarta 891, Bali 849, Kalimantan Selatan 705, Kalimantan Timur 657 dan Riau 610.

Pada 21 Agustus 2021, pukul 09.23 GMT, Worldometer melaporkan jumlah kasus menjadi 211.647.658 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 4.429.455 dan kasus sembuh 189.381.534. Posisi Indonesia adalah 13 di seluruh dunia dan dalam urutan 20 besar, memiliki tingkat kasus baru nomor 3, setelah Mexico 21.897 kasus dan Rusia 21 ribu kasus. Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia menempati posisi ke-4 dalam total kasus dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian.

Walaupun pihak Satgas Penganan COVID 19 menyatakan bahwa Indonesia mengalami perbaikan penanganan COVID 19 tapi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan kondisi Indonesia belum membaik. Karena angka kematian harian masih tinggi.

Waketum IDI Slamet Budiarto menyatakan pemerintah boleh saja mengupayakan percepatan penanganan COVID 19 dengan mengejar cakupan vaksinasi.

“Tapi kondisi kuratifnya jangan ditinggalkan. Angka kematian hariannya masih di atas 1.000. Itu maaih tinggi. Harus ada upaya untuk menekan angka tersebut,” kata Slamet tegas, Sabtu (21/8/2021).

Untuk menekannya, Slamet menyebutkan pemerintah harus memastikan semua faktor yang terkait penanganan kuratif dapat dipenuhi.

“SDM kesehatannya harus cukup. Logistik kesehatan seperti obat, oksigen, alkes harus ada. Tempat tidur di rumah sakit harus tersedia untuk setiap warga yang datang. Dan yang paling penting, biayanya ada,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa output penanganan COVID itu adalah penurunan angka kematian.

“Kalau semua masyarakat terinfeksi. Tapi hanya batuk atau hanya pilek apakah jadi masalah? Ya tidak akan jadi masalah. Yang jadi masalah, terinfeksi lalu meninggal,” ujarnya lagi.

Slamet menekankan tak salah kalau pemerintah ingin mempercepat program vaksinasi dalam rangka mencapai herd immunity.

“Tapi yang utama adalah upaya kuratif untuk menekan angka kematian dan upaya promotif untuk mengubah perilaku masyarakat agar tidak memiliki gejala berat,” pungkasnya.(Sge/Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *