Lentera Merah

Information in Your Fingertips

Upaya Yunus Nafik Memperjuangkan Keadilan

Yunus Nafik KPK
Yunus Nafik, Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection (PT ADI) yang kini dijatuhi hukuman dua tahun empat bulan. Terkait perseteruannya dengan perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia. (Photo : Kolase LM)

 

Jakarta, LM – Mencari keadilan terus dilakukan Yunus Nafik, Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection (PT ADI) yang kini dijatuhi hukuman dua tahun empat bulan. Terkait perseteruannya dengan perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia.

Kuasa hukum PT ADI, Harry Afrizal menerangkan jika kesalahan yang dilakukan saat itu bukan utuh kepada klien-nya. Namun lebih kepada kuasa hukum Yunus Nafik pada saat itu. Kuasa Hukum Yunus menyarankan untuk menyuap panitera Jakarta Selatan PT ADI agar menang dalam gugatan perkara perdata yang sedang bergulir.

Suap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terungkap, saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan pada 21 Agustus 2017.KPK pun menangkap Akhmad Zaini dan Tarmizi. Padahal, permasalahan dengan Eastern Jason Fabrication service PTE, LTD (EJFS) resmi dimenangkan PT ADI.

Harry Afrizal menambahkan, Perusahaan asal Singapura selaku mitranya PT EJFS itu dinyatakan bersalah di PN Jakarta Selatan. PT EJFS diwajibkan membayar biaya kerja senilai 60 milyar kepada PT Aquamarine Divindo Inspection.

“Apa yang dilakukan Yunus Nafik saat menjabat Dirut PT ADI terhadap perusahaan EJFS murni keawamannya. Kesalahan itu pun murni dilakukan kuasa hukumnya yakni Akhmad Tarmizi. Padahal, beliau resmi menang dan Pengadilan sudah menetapkan, Estern diwajibkan membayar 60 milyar rupiah,” terang Harry kepada awak media di kantornya, dikawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Hingga kini, kewajiban pembayaran EJFS terhadap PT ADI, belum juga terlealisasi. Padahal pekerjaan yang diminta telah selesai dikerjakan. Menurut informasi yang beredar perusahaan asal Singapura tersebut mengalami pailit.

Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Yunus Nafik resmi dinyatakan menang atas lawannya yakni PT EJFS, karena dinilai hakim pihaknya telah melakukan wanprestasi dalam kontrak kerjasama tersebut.

“Hingga saat ini, kasus yang menimpa Yunus Nafik memasuki masa kasasi dan sedang ditangani Mahkamah Agung,” tutupnya.(Bdr/Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *