PJHB Percepat Proyek Kapal Perdana Tak Lama Setelah Melantai

PJHB menyampaikan bahwa pembangunan kapal LCT pertama hasil pendanaan IPO telah memasuki tahap awal. Material utama di galangan sudah siap, menandai dimulainya realisasi belanja modal Rp158,4 miliar untuk tiga unit kapal baru yang dikerjakan bersama mitra galangan berpengalaman.
Material utama untuk pembangunan kapal LCT pertama PJHB telah siap di galangan.
PJHB mulai mengeksekusi pembangunan kapal LCT pertama dari dana IPO, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat armada serta memenuhi permintaan angkutan laut di sektor energi, pertambangan, dan logistik.

LENTERAMERAH – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) mengumumkan bahwa pembangunan kapal perdana dari total tiga unit kapal tipe Landing Craft Tank (LCT) hasil pendanaan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) resmi memasuki fase awal. Pada tahap ini, galangan kapal telah merampungkan proses pengadaan serta penyiapan material inti, termasuk modul plat baja yang akan menjadi komponen struktural dasar kapal.

Kemajuan ini sekaligus menjadi bukti penggunaan dana IPO—senilai Rp158,4 miliar—yang secara penuh dialokasikan untuk produksi tiga unit kapal baru. Proyek kapal pertama tersebut digarap bersama PT Untung Brawijaya Sejahtera, mitra galangan yang sebelumnya juga menangani pembangunan dan docking armada PJHB.

Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie, menjelaskan bahwa progres ini merupakan langkah nyata komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas angkutan laut dalam negeri. “Dengan dimulainya tahapan fabrikasi di lapangan, kami ingin menunjukkan transparansi dan keseriusan kami dalam memperluas kapasitas layanan bagi pelanggan di sektor pertambangan, energi dan logistik nasional,” ujar CEO yang akrab disapa Abie pada media, Jumat (25/11).

Ditambahkannya investasi armada baru ini dirancang untuk mendukung peningkatan permintaan serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan Perseroan ke depan.

Modul plat baja yang kini telah tersedia di area galangan merupakan komponen struktural utama untuk rangka bawah kapal (bottom hull module). Material ini akan diproses melalui tahapan cutting, assembly, welding hingga keel laying sebelum memasuki fase blok pengelasan dan penyatuan badan kapal. Pembangunan kapal pertama ditargetkan berjalan sesuai jadwal progresif galangan dengan pengawasan ketat dari Perseroan.

Ketiga kapal LCT yang dibangun masing-masing memiliki panjang 72–75 meter dan kapasitas sekitar 2.500 DWT. Kapal-kapal ini dirancang untuk mengangkut alat berat, mesin industri, serta kontainer yang dibutuhkan sektor pertambangan, migas, konstruksi dan perkebunan—segmen pasar yang selama ini menjadi backbone operasional PJHB.

Sejak resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 November 2025, saham PJHB mendapatkan perhatian positif dari pelaku pasar. Momentum pembangunan kapal baru ini diharapkan menjadi katalis bagi persepsi investor terhadap prospek jangka menengah Perseroan. Transparansi progres proyek dan disiplin penggunaan dana IPO menjadi bagian dari komitmen PJHB dalam menjaga kepercayaan publik dan investor.

Sebagai latar belakang, Presiden Komisaris PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) Hero Gozali dan Prajogo Pangestu sama-sama berasal dari Kalimantan. Dan salah satu klien PJHB adalah Petrosea Tbk milik Prajogo Pangestu.

Saat ini sektor perkapalan tengah menjadi primadona, hal ini tercermin dari kinerja PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang mencatat kenaikan laba 267,7% dari kuartal III tahun 2024 yang sebesar US$ 21,1 juta. diproyeksikan industri perkapalan nasional masih akan terus tumbuh mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat. ***