LENTERAMERAH – Kemunculan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam episode terbaru serial animasi Prostokvashino berawal dari gagasan yang datang dari Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh Ketua Dewan Direksi studio Soyuzmultfilm, Yuliana Slascheva, dan dilaporkan media Rusia RBC pada 17 Desember.
Menurut Slascheva, ide menghadirkan figur Presiden Rusia dalam serial animasi legendaris tersebut diajukan oleh Wakil Presiden perusahaan Indonesia Modena Corporation, Michael Jizara. Gagasan itu kemudian dikembangkan menjadi bagian dari episode baru Prostokvashino yang diproduksi Soyuzmultfilm.
Putin Tampil Bersama Tokoh Ikonik
Cuplikan gambar yang dipublikasikan menunjukkan Vladimir Putin berdiri di dekat pohon Natal bersama karakter utama Prostokvashino, di antaranya Paman Fyodor, Kucing Matroskin, Sharik, dan Tukang Pos Pechkin. Presiden Rusia digambarkan mengenakan mantel biru tua, kemeja putih, dan dasi merah. Hingga saat ini, tanggal penayangan resmi episode tersebut belum diumumkan.
Soft Power dan Budaya Populer
Dalam pernyataannya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF), Slascheva menilai kehadiran figur Putin dalam animasi anak-anak sebagai bentuk soft power yang sangat efektif. Ia menyebut pendekatan budaya populer memungkinkan pesan negara hadir secara lebih halus dan luas di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana industri animasi Rusia mulai memanfaatkan ikon politik dalam ruang budaya populer, dengan ide awal yang justru datang dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.
Kremlin Sebut Tidak Perlu Persetujuan Khusus
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa penggunaan figur Presiden Rusia dalam serial animasi tidak memerlukan persetujuan khusus dari pihak Kremlin. Menurut Peskov, Putin telah menjadi bagian dari kehidupan publik Rusia, sehingga representasinya dalam budaya populer dipandang wajar.
Pernyataan ini memperkuat legitimasi kemunculan Putin dalam Prostokvashino sebagai bagian dari dinamika budaya kontemporer Rusia. ***




