LENTERAMERAH — Di tengah situasi pascabencana alam yang masih dibayangi hujan berintensitas tinggi, PAM Jaya melakukan aksi kemanusiaan dengan mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile di sejumlah titik terdampak bencana di Aceh.
Melalui fasilitas tersebut, air sungai setempat diolah menjadi air bersih yang layak dan aman untuk langsung dikonsumsi oleh warga di lokasi pengungsian. Aktivitas ini terekam dalam sejumlah video yang kemudian beredar luas dan menjadi perhatian publik di media sosial.
Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum Kamaksi (Kaukus Muda Anti Korupsi), Joko Priyoski, menilai kehadiran PAM Jaya di tengah kondisi darurat sebagai wujud nyata pelayanan publik yang berpihak pada kepentingan kemanusiaan.
Ia menilai bahwa di tengah keterbatasan hidup di pengungsian, ketersediaan air bersih bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi sumber harapan bagi warga yang masih bertahan di tengah cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda membaik.
Selain menyediakan air minum langsung, tim PAM Jaya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik dasar. Bantuan tersebut menyasar kebutuhan harian warga, termasuk bantuan khusus bagi anak-anak yang terdampak bencana dan mereka yang kehilangan anggota keluarga.
Merespons kondisi hujan yang terus berlangsung, PAM Jaya turut membagikan sebanyak 1.000 payung kepada keluarga pengungsi. Bantuan ini diberikan untuk membantu melindungi warga yang harus beraktivitas di area terbuka selama berada di lokasi pengungsian.
Joko Priyoski menambahkan bahwa langkah tersebut menunjukkan pendekatan penanganan bencana yang tidak berhenti pada aspek teknis dan infrastruktur semata, tetapi juga menyentuh dimensi empati sosial. Ia menyampaikan pandangan tersebut sebagai Ketua Umum Kamaksi sekaligus salah satu deklarator Komunitas Warga Jaga jakarta (Komwaja).
Menurutnya, apa yang dilakukan PAM Jaya mencerminkan kepedulian yang konkret, mulai dari penyediaan air bersih, penyaluran bantuan langsung, hingga perhatian sederhana seperti pembagian payung yang memiliki dampak signifikan bagi warga dalam situasi krisis.
Warga di sejumlah titik pengungsian menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima. Sebagian warga juga menyampaikan doa dan harapan agar aksi kemanusiaan tersebut menjadi kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Hingga kini, PAM Jaya masih melakukan pemantauan dan pendampingan di wilayah terdampak bencana, seiring dengan proses pemulihan masyarakat Aceh pascabencana alam. ***



