Aliansi Mahasiswa Gelar Demo Desak Pencopotan Menteri PU Dody Hanggodo

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Indonesia menggelar aksi di Monas untuk mendesak Presiden mencopot Menteri PU Dody Hanggodo di tengah berbagai polemik yang menjadi perhatian publik.
Demo Menteri PU digelar di Monas dengan tuntutan pencopotan Dody Hanggodo di tengah sorotan terhadap sejumlah polemik di kementeriannya.

LENTERAMERAH – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Silang Selatan Monas, tepatnya di seberang Gedung Danareksa, Jakarta Pusat, Rabu (29/7) pukul 10.00 WIB. Aksi yang dikoordinasikan Abdul Rauf Wattimury itu diperkirakan diikuti sekitar 20 peserta dengan tuntutan utama meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Massa menilai berbagai polemik yang belakangan mencuat di lingkungan Kementerian PU telah memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi tersebut. Karena itu, mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Dody Hanggodo.

Aksi tersebut berlangsung di tengah sorotan publik terhadap sejumlah isu yang menyeret nama Menteri PU. Salah satunya berkaitan dengan polemik mutasi pejabat di lingkungan Kementerian PU, dugaan intimidasi terhadap pihak yang mengkritik kementerian, hingga kontroversi dokumen perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang sempat menjadi perhatian publik. Berbagai polemik tersebut turut diulas dalam laporan BBC Indonesia.

Di tengah berbagai isu tersebut, beredar pula kabar bahwa Dody Hanggodo akan menjadi salah satu menteri yang terkena perombakan kabinet pada Agustus 2026. Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah kabar tersebut dan menegaskan Presiden Prabowo belum memiliki rencana melakukan reshuffle kabinet.

Menanggapi isu pencopotannya, Dody Hanggodo menyatakan bahwa keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Ia juga membantah pemanggilan dirinya oleh Presiden berkaitan dengan isu reshuffle maupun polemik yang berkembang di Kementerian PU.

“Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos ampun,” kata Dody kepada wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7).

Hingga aksi digelar, belum ada keterangan dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Indonesia mengenai kemungkinan adanya tuntutan lain di luar desakan pencopotan Menteri PU. ***