YPI Sunan Bonang Dorong Guru Perkuat Komunikasi dengan Wali Murid

YPI Sunan Bonang membekali 88 guru dengan materi komunikasi dan nilai kebangsaan agar kolaborasi dengan wali murid semakin kuat dalam mendukung proses pendidikan.
Sebanyak 88 guru YPI Sunan Bonang mengikuti pembekalan nilai kebangsaan dan komunikasi sebagai bekal membangun kolaborasi dengan orang tua.

LENTERAMERAH – Komunikasi yang baik antara guru dan wali murid dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Atas dasar itu, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Bonang membekali 88 guru dengan materi komunikasi dan nilai-nilai kebangsaan di Aula YPI Sunan Bonang, Bonang Nangka, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (28/7).

Ketua YPI Sunan Bonang, Ishana Adriana, mengatakan pembekalan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat pemahaman guru terhadap nilai-nilai Pancasila, tetapi juga membangun hubungan yang lebih baik dengan orang tua siswa. Menurutnya, dukungan wali murid menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

“Kami berharap komunikasi guru dengan wali murid bisa berjalan baik sehingga bisa mengajak wali murid untuk mendukung program pendidikan untuk anak-anaknya,” kata Ishana.

Ia menambahkan, materi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari sehingga kualitas pendidikan di lingkungan yayasan terus meningkat.

“Kalau peserta mengikuti dengan seksama maka pedoman ini bisa diterapkan di lingkungan yayasan sehingga pendidikan makin berkualitas,” ujarnya.

Guru Harus Menjadi Teladan

Dalam sesi pembekalan, Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesi guru. Menurutnya, guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter peserta didik.

“Jadi sekali lagi harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk mengeluarkan yang baik, dan menjadi contoh bagi murid-murid sekolahnya,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para guru memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta yayasan agar proses pendidikan berjalan selaras. Menurutnya, sinergi seluruh pihak akan membantu membentuk lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa.

“Hal-hal yang sudah baik dikeluarkan terus, hal yang kurang baik segera dirubah. Dan yang lebih penting lagi adalah membangun kebersamaan antara guru, orang tua, yayasan, dengan siswanya,” pungkasnya.

Salah seorang peserta, Attalah, mengaku memperoleh wawasan baru melalui pembekalan tersebut. Ia berharap materi yang diterima dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran di sekolah.

“Kami senang bisa menambah wawasan keilmuan baru untuk direalisasikan pada ekosistem sekolah,” katanya. ***