LENTERAMERAH – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa era “Pax Americana” atau tatanan keamanan Eropa yang selama puluhan tahun bergantung pada kepemimpinan Amerika Serikat telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan Merz dalam pidatonya di hadapan kongres Partai Uni Sosial Kristen (CSU) di Munich, Sabtu (13/12).
“Dekade-dekade Pax Americana bagi kita di Eropa, dan juga bagi Jerman, sebagian besar telah berakhir. Itu tidak lagi ada seperti yang kita kenal,” kata Merz dalam pidatonya. Ia menegaskan bahwa nostalgia terhadap peran lama Amerika Serikat tidak lagi relevan di tengah perubahan kebijakan Washington.
Merz menilai Amerika Serikat kini semakin fokus mengejar kepentingannya sendiri secara tegas. Menurutnya, pergeseran ini menuntut Jerman dan negara-negara Eropa untuk bertindak serupa. “Amerika sekarang dengan sangat keras mengejar kepentingannya sendiri. Itu hanya bisa berarti satu hal: kita juga harus mengejar kepentingan kita sendiri,” ujarnya.
Pernyataan Merz muncul di tengah kekhawatiran Eropa terhadap arah kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, yang kembali terpilih pada 2024. Pemerintahan Trump berulang kali menyuarakan sikap “America First”, termasuk tuntutan agar sekutu Eropa menanggung porsi lebih besar dalam pembiayaan pertahanan dan NATO.
Data NATO menunjukkan bahwa pada 2024 hanya 11 dari 32 negara anggota yang memenuhi target belanja pertahanan sebesar dua persen dari produk domestik bruto. Rata-rata belanja pertahanan negara-negara Eropa berada di kisaran 1,7 persen, jauh di bawah Amerika Serikat yang mengalokasikan sekitar 3,5 persen dari PDB untuk sektor pertahanan.
Dalam pidatonya, Merz juga menepis anggapan bahwa Jerman dan Eropa berada dalam posisi lemah. Ia menekankan bahwa Eropa memiliki kapasitas ekonomi dan politik untuk memperkuat peran strategisnya sendiri, termasuk dalam bidang keamanan dan pertahanan.
Seruan Merz sejalan dengan langkah-langkah kebijakan terbaru Jerman. Pada awal Desember 2025, parlemen Jerman menyetujui undang-undang baru tentang dinas militer yang bertujuan memperkuat jumlah personel Bundeswehr melalui skema sukarela dengan opsi wajib militer berbasis kebutuhan.
Di tingkat NATO, Amerika Serikat mendorong Eropa untuk mengambil alih porsi lebih besar dari kemampuan pertahanan konvensional dalam beberapa tahun ke depan. Dorongan ini memperkuat perdebatan di Eropa mengenai otonomi strategis dan masa depan hubungan transatlantik. ***



