LENTERAMERAH – Kecerdasan buatan mulai mengubah cara masyarakat Kazakhstan berbelanja. Jika sebelumnya AI digunakan untuk mencari informasi atau menjawab pertanyaan sehari-hari, kini teknologi tersebut semakin sering dipakai untuk menemukan produk, membandingkan harga, hingga membantu proses pembelian.
Riset terbaru Yandex Ads menunjukkan hampir 60 persen pengguna di Kazakhstan menyatakan siap membeli produk langsung melalui layanan berbasis AI. Temuan ini menunjukkan bahwa Kazakhstan belanja lewat AI bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan mulai berkembang menjadi kebiasaan baru konsumen.
Bagi banyak pengguna, AI dianggap mampu menghemat waktu karena dapat menyajikan berbagai pilihan produk dan harga dalam satu tampilan tanpa harus membuka banyak situs secara terpisah.
Obat dan Suplemen Jadi Pencarian Teratas
Data Yandex Ads menunjukkan kategori yang paling sering dicari melalui AI adalah obat-obatan dan suplemen kesehatan dengan porsi 39 persen. Di posisi berikutnya terdapat pakaian sebesar 32 persen dan produk elektronik sebesar 30 persen.
Tingginya minat pada kategori farmasi menunjukkan banyak pengguna memanfaatkan AI untuk membandingkan harga, mencari alternatif produk, atau memperoleh informasi awal sebelum melakukan pembelian.
Perilaku Konsumen Mulai Berubah
Riset tersebut juga menemukan adanya perbedaan pola penggunaan berdasarkan kelompok konsumen. Pengguna pria lebih sering menggunakan AI untuk mencari properti dan produk otomotif, sementara pengguna perempuan lebih banyak memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencari kosmetik dan kebutuhan anak.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa AI mulai digunakan untuk keputusan pembelian yang semakin spesifik dan personal.
Alih-alih melakukan pencarian manual, konsumen kini cenderung meminta rekomendasi langsung kepada sistem AI yang mampu menyaring berbagai pilihan sesuai kebutuhan mereka.
AI Menjadi Kanal Penjualan Baru
Temuan Yandex Ads memperlihatkan bahwa AI perlahan berubah dari alat pencarian menjadi kanal transaksi. Perusahaan tidak lagi hanya bersaing untuk tampil di hasil mesin pencari, tetapi juga mulai berlomba agar produk mereka direkomendasikan dalam jawaban AI.
Perubahan ini berpotensi mengubah jalur perjalanan konsumen secara signifikan. Pengguna ingin memperoleh jawaban, rekomendasi, perbandingan harga, dan pilihan produk dalam satu tempat tanpa harus berpindah-pindah platform.
Dengan hampir 60 persen responden menyatakan siap melakukan pembelian melalui layanan AI, Kazakhstan menjadi salah satu contoh bagaimana kecerdasan buatan mulai memasuki tahap komersialisasi yang lebih luas dalam aktivitas belanja sehari-hari.
Menurut Yandex Ads, tren tersebut diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap rekomendasi yang diberikan sistem AI. ***




