LENTERAMERAH – Kehadiran iklan dalam layanan kecerdasan buatan ternyata tidak selalu dianggap mengganggu. Di Kazakhstan, mayoritas pengguna justru menilai iklan yang muncul dalam jawaban AI dapat membantu mereka menemukan produk dan layanan yang dibutuhkan.
Riset terbaru Yandex Ads menunjukkan sekitar 80 persen pengguna menerima iklan yang ditampilkan dalam hasil AI selama iklan tersebut relevan dengan kebutuhan mereka.
Temuan ini menjadi sinyal penting bagi dunia pemasaran digital karena menunjukkan perubahan sikap konsumen terhadap model periklanan berbasis kecerdasan buatan.
Berbeda dengan Iklan Konvensional
Selama bertahun-tahun, iklan digital sering menghadapi masalah seperti banner blindness atau kecenderungan pengguna mengabaikan iklan yang muncul di situs web dan media sosial.
Namun dalam layanan AI, iklan biasanya muncul sebagai bagian dari rekomendasi atau jawaban yang sedang dicari pengguna.
Karena terhubung langsung dengan konteks pertanyaan, iklan tersebut dinilai lebih relevan dibanding model promosi konvensional.
Menurut Yandex Ads, pengguna paling menerima iklan ketika menawarkan diskon, promosi khusus, atau membantu mempercepat pencarian layanan tertentu.
Muncul Bersama Jawaban
Perubahan utama terletak pada cara iklan disajikan.
Jika sebelumnya pengguna melihat iklan secara terpisah dari informasi yang dicari, kini promosi dapat muncul sebagai bagian dari rekomendasi yang diberikan AI.
Sebagai contoh, seseorang yang mencari bengkel kendaraan atau layanan kesehatan dapat langsung menerima rekomendasi penyedia jasa tertentu yang disertai informasi tambahan maupun penawaran khusus.
Model ini membuat iklan terasa lebih dekat dengan fungsi pencarian dibanding aktivitas promosi semata.
Tantangan Baru bagi Merek
Riset Yandex Ads menunjukkan bahwa perusahaan kini menghadapi tantangan baru untuk memastikan produk mereka dapat muncul dalam jawaban AI.
Kehadiran di mesin pencari saja tidak lagi cukup ketika pengguna mulai mengandalkan sistem AI untuk memperoleh rekomendasi yang lebih ringkas dan personal.
Situasi ini mendorong lahirnya pendekatan baru yang mulai dikenal sebagai Generative Engine Optimization atau GEO.
Jika SEO selama ini berfokus pada peringkat di mesin pencari, GEO berupaya membuat informasi sebuah merek lebih mudah dipahami dan direkomendasikan oleh sistem AI.
Persaingan Masuk ke Jawaban AI
Perubahan tersebut membuat jawaban AI menjadi ruang persaingan baru bagi pelaku bisnis.
Perusahaan tidak hanya berlomba mendapatkan klik, tetapi juga berusaha menjadi rekomendasi yang dipilih AI ketika pengguna meminta saran produk atau layanan.
Menurut Yandex Ads, tingginya tingkat penerimaan terhadap iklan AI menunjukkan bahwa konsumen lebih menghargai relevansi dibanding sekadar keberadaan iklan itu sendiri.
Ketika delapan dari sepuluh pengguna bersedia menerima promosi yang membantu mereka menemukan solusi lebih cepat, posisi AI sebagai kanal pemasaran baru semakin sulit diabaikan oleh pelaku bisnis. ***



