Pelajar Raih US$20.000 setelah Jual Algorithm Cup dari Telegram

Jonathan He, peraih emas Olimpiade Informatika Internasional 2026, menjual Algorithm Cup dari Telegram seharga sekitar US$20.000.
Tampilan Algorithm Cup #7 milik pemenang IOI 2026 dengan nilai sekitar Rp343 juta.
Peraih emas IOI 2026 Jonathan He jual Algorithm Cup hadiah dari Telegram dan memperoleh sekitar US$20.000.

LENTERAMERAH — Seorang pelajar sekolah menengah atas dilaporkan memperoleh sekitar US$20.000 setelah menjual hadiah digital yang diterimanya dari Telegram usai mengikuti Olimpiade Informatika Internasional atau International Olympiad in Informatics (IOI) 2026.

Pelajar tersebut adalah Jonathan He, peraih medali emas IOI yang menurut Pavel Durov berada di peringkat ketujuh dunia. Ia menjual koleksi digital bernama Algorithm Cup yang sebelumnya diberikan Telegram kepada para programmer muda terbaik dalam kompetisi tersebut.

Dalam unggahan terbarunya di kanal Telegram, Pavel Durov menyebut Jonathan He menjual Algorithm Cup miliknya seharga 15.000 Grams.

“A high-school student just made $20,000 from a Telegram Gift,” tulis Durov.

Ia menyebut Algorithm Cup merupakan NFT yang diberikan kepada para peserta terbaik IOI tahun ini. Nilai transaksi 15.000 Grams tersebut, menurut unggahan Durov, setara sekitar US$20.000.

Dari Olimpiade Informatika ke Aset Digital

Algorithm Cup sebelumnya diumumkan Telegram sebagai hadiah digital eksklusif bagi para pemenang IOI 2026 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan.

Telegram menyatakan akan memberikan koleksi digital tersebut kepada 235 pemenang kompetisi dengan nilai total sedikitnya US$117.000. IOI sendiri merupakan salah satu kompetisi pemrograman paling bergengsi di dunia bagi pelajar sekolah menengah.

Tashkent menjadi lokasi penyelenggaraan IOI 2026 di negara yang memiliki hubungan historis dengan salah satu tokoh penting dalam perkembangan matematika dan ilmu pengetahuan, Al-Khwarizmi. Nama ilmuwan tersebut kemudian menjadi asal kata algorithm atau algoritma.

Penjualan Algorithm Cup Jonathan He kemudian menunjukkan bagaimana hadiah kompetisi yang diberikan dalam bentuk koleksi digital dapat memperoleh nilai jauh di atas nilai awal yang dijanjikan.

Menurut laporan yang mengulas transaksi tersebut, 15.000 Grams memiliki nilai sekitar US$20.000 berdasarkan harga aset digital yang berlaku ketika transaksi terjadi.

Pavel Durov Ingat Modal US$20.000

Durov menggunakan transaksi tersebut untuk membandingkan nilai US$20.000 dengan pengalaman pribadinya ketika membangun perusahaan pertamanya.

“20 years ago, $20K was enough for me to launch my first company. Within months, it had reached 1M users and raised $12M at a $60M valuation,” tulis Durov.

Ia mengatakan berharap sebagian pemenang IOI tahun ini dapat menggunakan Grams yang mereka peroleh untuk membangun sesuatu di masa depan.

Unggahan tersebut memperlihatkan cara Telegram menghubungkan kompetisi teknologi dengan ekosistem aset digitalnya. Bagi Jonathan He, sebuah hadiah Algorithm Cup dari kompetisi pemrograman internasional kini telah berubah menjadi transaksi senilai sekitar US$20.000. ***