LENTERAMERAH — BCA berada di posisi teratas dalam daftar bank dengan rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online. Data Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mencatat ada 7.317 rekening BCA yang telah dilaporkan kepada OJK.
Angka tersebut menempatkan BCA di atas sejumlah bank besar lain. BRI tercatat memiliki 6.440 rekening, BNI 6.181 rekening, sedangkan Bank Mandiri mencapai 4.649 rekening dalam daftar yang sama.
BCA Tampung Rekening Judol Terbanyak
Posisi BCA menjadi sorotan karena jumlah rekening yang terindikasi terkait judi online lebih tinggi dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan data tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi bagi industri keuangan untuk memperkuat pengawasan terhadap penyalahgunaan rekening dan layanan pembayaran.
“Bapak-ibu pengelola bank, ini tolong menjadi indikator untuk perbaikan,” kata Meutya dalam OJK Banking Forum 2026, dala suatu kesempatan.
Meutya juga mengingatkan bank yang tidak masuk dalam daftar agar tidak menganggap sistem mereka sudah aman. Menurut dia, pelaku judi online dapat memindahkan situs, rekening, maupun transaksi dengan cepat.
Selain BCA, daftar tersebut mencakup CIMB Niaga dengan 1.363 rekening, BSI 681 rekening, Permata 473 rekening, Danamon 441 rekening, Bank Jago 354 rekening, SeaBank 260 rekening, Maybank 237 rekening dan Panin 130 rekening.
Komdigi sebelumnya juga menyampaikan sekitar 38.000 rekening bank kepada OJK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.453 rekening atau sekitar 88,5 persen telah diblokir.
Besarnya angka pada bank tertentu juga perlu dibaca dalam konteks jumlah nasabah. Bank dengan basis nasabah besar memiliki lebih banyak rekening yang berpotensi disalahgunakan sebagai rekening penampung transaksi ilegal.
Salah satu modus yang disebut pemerintah adalah ternak rekening, ketika masyarakat ditawari imbalan sekitar Rp100.000 hingga Rp500.000 untuk membuka rekening yang kemudian digunakan pihak lain.
Karena itu, pemerintah mendorong penguatan Know Your Customer (KYC) dan Enhanced Due Diligence (EDD), termasuk pengawasan pembukaan rekening melalui kantor cabang di daerah. ***




