Ketika Deteksi Radiasi Menjadi Bagian dari Keamanan Perbatasan

Pengawasan perbatasan membutuhkan kemampuan mendeteksi material radioaktif tanpa membuka setiap muatan. Teknologi Radmetron menggabungkan pencarian sumber, pengukuran dan identifikasi radionuklida.
Instrumen Radmetron digunakan untuk pencarian sumber radiasi, pengukuran, spektrometri dan identifikasi radionuklida dalam pengawasan perbatasan.

LENTERAMERAH — Penelusuran kontaminasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Banten, pada 2025 menunjukkan bagaimana material radioaktif dapat menjadi persoalan ketika masuk ke dalam rantai industri. Di titik perbatasan, persoalannya berbeda karena material harus dapat dikenali sebelum bergerak lebih jauh melalui jalur perdagangan dan transportasi.

Menurut berbagai sumber yang ditelusuri redaksi, pengawasan seperti ini membutuhkan instrumen yang tidak hanya mampu mengukur tingkat radiasi, tetapi juga mencari lokasi sumber dan membantu menentukan jenis material radioaktif yang terdeteksi.

Deteksi radiasi di perbatasan

Radmetron mengembangkan sejumlah perangkat yang dirancang untuk kebutuhan tersebut. PM1403, misalnya, merupakan instrumen multifungsi yang dapat mencari, mendeteksi dan melokalisasi sumber radiasi alfa, beta, gamma dan neutron. Perangkat tersebut juga dapat mengumpulkan spektrum gamma dan melakukan identifikasi radionuklida.

Kemampuan tersebut penting karena petugas di perbatasan tidak selalu mengetahui apakah suatu kendaraan, barang atau material membawa sumber radioaktif. Sistem deteksi dapat memberikan peringatan ketika tingkat radiasi melewati ambang tertentu dan membantu petugas menentukan lokasi yang perlu diperiksa lebih lanjut.

PM1403 juga dapat menggunakan sejumlah blok deteksi yang berbeda. Dokumentasi Radmetron mencantumkan BDG2 dengan detektor Geiger-Müller untuk gamma, BDG3 dengan detektor CsI(Tl), BDAB untuk alfa dan beta serta BDN dengan detektor He-3 untuk neutron. Dengan konfigurasi tersebut, satu sistem dapat disesuaikan dengan jenis radiasi yang hendak dicari.

Fungsi identifikasi menjadi tahap berikutnya. BDG3 dapat merekam dan mengakumulasi spektrum gamma, sementara sistem PM1403 dapat menyimpan spektrum dan mengolahnya untuk membantu identifikasi komposisi radionuklida. Dokumentasi produk menyebut penggunaannya antara lain oleh petugas laboratorium radiologi dan isotop, layanan darurat, serta petugas bea cukai dan perbatasan.

Radmetron juga mengembangkan PM5000B untuk pemantauan radiasi secara portal. Dokumentasi perusahaan menyebut sistem tersebut dapat digunakan pada perlintasan perbatasan, titik pemeriksaan bea cukai, fasilitas yang memiliki risiko radiasi, bandara, stasiun dan pelabuhan. Data dari sistem portal juga dapat diintegrasikan dengan perangkat PM1403 untuk mendukung penanganan insiden radiasi.

Pengawasan tersebut bukan hanya persoalan menemukan radiasi. Ketika sumber terdeteksi, petugas membutuhkan informasi mengenai lokasi, tingkat radiasi dan karakteristik sumber untuk menentukan pemeriksaan berikutnya.

Karena itu, teknologi deteksi radiasi di perbatasan bekerja sebagai bagian dari sistem pengawasan yang lebih luas, dari mendeteksi keberadaan radiasi hingga membantu mengidentifikasi material yang ditemukan. ***