LENTERAMERAH — Peneliti South Ural State University (SUSU) di Rusia mengembangkan teknologi pengelasan ultrasonik untuk memperkuat sambungan antara baja dan aluminium. Dalam pengujian yang dilaporkan universitas tersebut pada 16 Oktober 2026, metode ini meningkatkan kekuatan sambungan hingga dua kali lipat dibandingkan hasil pengelasan pembanding.
Teknologi tersebut menggunakan gelombang ultrasonik dengan daya sekitar 1.200 watt dalam proses pengelasan titik. Penelitian dilakukan bersama kolega dari Tiongkok dan hasilnya diterbitkan dalam jurnal ilmiah Engineering Fracture Mechanics.
Mengatasi lapisan rapuh pada sambungan logam
Penyambungan baja dan aluminium menghadapi kendala karena kedua logam memiliki karakteristik berbeda. Selama proses pengelasan, keduanya dapat membentuk lapisan senyawa intermetalik yang keras, tetapi rapuh sehingga berpotensi mengurangi kekuatan sambungan.
Lapisan tersebut menjadi persoalan penting ketika komponen harus menahan beban dan tekanan berulang. Retakan pada area sambungan dapat mengurangi keandalan komponen, terutama dalam aplikasi yang membutuhkan struktur ringan sekaligus kuat.
Peneliti SUSU menggunakan gelombang ultrasonik untuk memengaruhi pembentukan struktur material pada titik pengelasan. Berdasarkan hasil yang dipublikasikan universitas, ukuran kristal pada sambungan berkurang hampir lima kali lipat, sedangkan ketebalan lapisan rapuh menurun sekitar setengahnya.
Perubahan struktur tersebut berkaitan dengan peningkatan kekuatan sambungan yang mencapai dua kali lipat dalam pengujian. Peneliti juga melaporkan peningkatan umur pakai komponen sekitar 1,9 kali dibandingkan pembanding yang digunakan dalam penelitian.
Potensi untuk kendaraan listrik dan penerbangan
Penggabungan baja dan aluminium memiliki relevansi bagi industri yang membutuhkan kombinasi kekuatan, bobot, dan efisiensi material. Aluminium relatif ringan, sementara baja digunakan untuk komponen yang memerlukan karakteristik mekanis tertentu.
Teknologi pengelasan ultrasonik berpotensi membantu produsen menyambungkan kedua material tersebut dalam pembuatan komponen kendaraan listrik, pesawat, dan struktur konstruksi. Pengurangan lapisan rapuh dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan keandalan sambungan.
Meski demikian, hasil pengujian laboratorium belum otomatis membuktikan bahwa metode ini siap diterapkan secara luas dalam produksi industri. Penerapannya masih perlu mempertimbangkan jenis material, bentuk sambungan, kondisi operasi, serta konsistensi hasil pada skala produksi. ***




