LENTERAMERAH — Jutaan tentara Soviet tidak pernah kembali dari Perang Dunia II. Puluhan tahun setelah perang berakhir, keturunan mereka menemukan cara untuk menghadirkan kembali para prajurit itu dalam peringatan Hari Kemenangan setiap 9 Mei, dengan membawa potret anggota keluarga yang pernah berperang.
Tradisi tersebut dikenal sebagai Resimen Abadi atau Bessmertnyy Polk. Pesertanya berjalan beriringan di jalanan kota sambil mengangkat foto ayah, ibu, kakek, nenek atau kerabat lain yang bertempur dalam perang melawan Nazi Jerman.

Potret itu bukan sekadar lambang militer. Di balik setiap foto terdapat kisah keluarga tentang mereka yang gugur di medan perang, terluka atau kembali ke rumah setelah perang berakhir.
Berawal dari Tomsk pada 2012
Resimen Abadi dalam bentuk modernnya dimulai pada 9 Mei 2012 di Tomsk, kota di Siberia. Lebih dari 6.000 orang mengikuti pawai pertama dengan membawa lebih dari 2.000 potret anggota keluarga yang pernah berperang.
Gagasan tersebut digagas tiga jurnalis lokal, Sergei Lapenkov, Sergei Kolotovkin dan Igor Dmitriev. Mereka melihat semakin sedikit veteran yang masih hidup untuk mengikuti peringatan Hari Kemenangan.
Mereka ingin mengembalikan perhatian kepada orang-orang yang mengalami perang secara langsung. Lapenkov menjelaskan bahwa gerakan itu sejak awal dimaksudkan sebagai sejarah antargenerasi, yakni kenangan keluarga tentang mereka yang melewati masa perang.
Gagasan itu segera menyebar. Pada 2013, pawai digelar di sekitar 120 kota di Rusia, kemudian berkembang ke negara-negara lain. Pada 2014, kegiatan serupa berlangsung di sekitar 500 kota dan permukiman menurut laporan The Moscow Times.
Putin membawa potret ayahnya
Pada 9 Mei 2015, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengikuti pawai Resimen Abadi di Moskow. Ia membawa potret ayahnya, Vladimir Spiridonovich Putin, yang bertugas dalam Perang Dunia II dan mengalami luka berat.
Pawai itu berlangsung dalam peringatan 70 tahun kemenangan atas Nazi Jerman. Associated Press melaporkan sekitar 300.000 orang berjalan di pusat Moskow sambil membawa foto kerabat mereka. Angka resmi Rusia untuk keseluruhan peserta di seluruh negeri pada tahun itu mencapai lebih dari 12 juta orang.
Partisipasi Putin membuat gerakan tersebut semakin dikenal secara internasional. Resimen Abadi merupakan tradisi keluarga yang memberi wajah dan nama kepada sejarah perang, sekaligus menjadi bagian dari peringatan nasional yang semakin terorganisasi.

Pada 2026, sejumlah wilayah Rusia membatasi atau membatalkan pawai fisik Resimen Abadi karena pertimbangan keamanan, termasuk ancaman serangan drone Ukraina. Banyak wilayah mengganti pawai dengan penayangan potret secara daring, meskipun beberapa kota tetap menyelenggarakan kegiatan fisik.
Reuters juga melaporkan bahwa perayaan Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei berlangsung dalam format yang diperkecil, disertai pembatasan akses internet seluler di sejumlah wilayah. Pemerintah Rusia menyebut langkah keamanan diperlukan di tengah meningkatnya ancaman drone.
Perubahan format itu tidak menghapus inti tradisi tersebut. Foto-foto veteran tetap menjadi penghubung antara generasi yang mengalami perang dan keturunan yang mengenang mereka puluhan tahun kemudian. ***




