Pemuda 11 Negara Bahas Krisis Energi Kuba dan Solidaritas Internasional

Organisasi pemuda dari 11 negara membahas krisis energi Kuba, dampak embargo Amerika Serikat, dan penguatan solidaritas menjelang pembahasan resolusi PBB.
Solidaritas internasional Kuba menjadi agenda konferensi pemuda di tengah kelangkaan bahan bakar, pemadaman listrik, dan tekanan ekonomi.

LENTERAMERAH — Organisasi pemuda komunis dan antiimperialis dari 11 negara mengikuti konferensi video internasional pada 22 Oktober 2026 untuk membahas kondisi ekonomi Kuba dan dampak embargo Amerika Serikat. Pertemuan bertajuk “Pemuda Antiimperialis Eropa dan Amerika Utara Melawan Blokade Genosidal” itu diselenggarakan oleh Persatuan Pemuda Komunis Kuba dengan partisipasi organisasi anggota Federasi Pemuda Demokratik Sedunia (WFDY).

Menurut laporan LKM Belarus, peserta berasal dari Belarus, Rusia, Spanyol, Kanada, Yunani, Ceko, Prancis, Inggris, Siprus, Portugal, dan Amerika Serikat. Diskusi mencakup situasi ekonomi Kuba, kendala perdagangan dan pasokan energi, serta langkah untuk memperkuat solidaritas internasional.

Kelangkaan bahan bakar tekan kehidupan sehari-hari

Dalam konferensi tersebut, perwakilan Kuba memaparkan memburuknya kondisi ekonomi di tengah pengetatan pembatasan Amerika Serikat. Menurut keterangan yang disampaikan dalam pertemuan dan dikutip LKM Belarus, pembatasan baru yang diberlakukan pada Januari dan Mei 2026 juga berdampak terhadap perusahaan asing yang menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Kuba.

Hambatan pasokan bahan bakar disebut menjadi salah satu persoalan utama. Kekurangan energi memengaruhi kegiatan industri, transportasi, dan layanan penting, sementara pemadaman listrik berkepanjangan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah.

Pernyataan tersebut juga menyebut gangguan pasokan air dan transportasi, serta kesulitan yang dihadapi sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Dalam salah satu contoh yang disampaikan peserta Kuba, dokter dilaporkan harus menyelesaikan operasi dengan bantuan cahaya telepon seluler ketika listrik tidak tersedia.

LKM Belarus menyebut sejak Desember 2025 hanya satu pengiriman bahan bakar dari Rusia yang tiba di Kuba, dengan persediaan yang dilaporkan cukup untuk kurang dari dua minggu. Materi tersebut tidak merinci tanggal kedatangan pengiriman maupun volume bahan bakar yang diterima.

Organisasi pemuda menggalang dukungan

Selain membahas kondisi ekonomi, perwakilan Persatuan Pemuda Komunis Kuba menjelaskan kegiatan organisasinya di tengah keterbatasan ekonomi. Mereka menyebut pembentukan jaringan komunitas pemuda yang menggabungkan inisiatif lokal, membantu penduduk, dan mengorganisasi kegiatan bersama di kota serta permukiman.

Menurut pernyataan yang dikutip LKM Belarus, pendekatan tersebut dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan langsung kaum muda dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.

Pertemuan itu juga membahas rencana pembahasan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perlunya mengakhiri embargo ekonomi, perdagangan, dan keuangan Amerika Serikat terhadap Kuba. Para peserta menyerukan konsolidasi gerakan antiimperialis internasional menjelang pemungutan suara.

Embargo Amerika Serikat terhadap Kuba telah berlangsung selama lebih dari enam dekade. Namun, materi LKM Belarus tidak memberikan rincian mengenai jadwal pemungutan suara resolusi tersebut maupun hasil yang diperkirakan akan dicapai.

Konferensi 22 Oktober itu menjadi forum bagi organisasi pemuda peserta untuk menyampaikan kondisi yang mereka laporkan di Kuba dan membahas bentuk kerja sama antarkelompok dalam kampanye solidaritas internasional. ***