LENTERAMERAH – Dalam dunia medis, masalah kesuburan pria seringkali berkaitan dengan motilitas sperma (kemampuan sperma untuk bergerak). Sperma yang lemah atau tidak bisa berenang dengan baik sulit mencapai sel telur, sehingga memperkecil peluang kehamilan. Kini, ilmuwan menemukan solusi revolusioner: nanobot bantu sperma lemah.
Nanobot yang bantu sperma lemah ini adalah spiral logam superkecil (disebut juga metal helix) yang bisa melilit ekor sperma dan mendorongnya maju. Ukurannya sangat kecil, cukup untuk membungkus satu ekor sperma saja.
Cara Kerja Nanobot yang Unik
Nanobot ini digerakkan oleh medan magnet (gelombang magnetik yang dikendalikan dari luar tubuh). Saat melilit ekor sperma, nanobot bertindak seperti motor mini yang memberikan dorongan tambahan. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan dari Jerman pada 2016 dan terus dikembangkan hingga hari ini.
Untuk kondisi seperti asthenozoospermia (kondisi di mana sperma bergerak lambat), teknologi ini bisa menjadi terobosan penting. Daripada hanya mengandalkan IVF (in vitro fertilization atau bayi tabung), nanobot dapat meningkatkan peluang pembuahan secara alami dengan sedikit bantuan teknis.
Solusi Minim Invasif untuk Masa Depan
Berbeda dengan metode medis tradisional yang cenderung invasif (melibatkan operasi atau prosedur rumit), penggunaan nanobot ini menjanjikan pendekatan yang lebih ringan dan presisi. Para ilmuwan juga memastikan bahwa bahan pembuat nanobot aman untuk tubuh (biokompatibel) dan tidak membahayakan sel telur atau embrio.
Teknologi ini memang belum digunakan secara luas, tapi potensinya untuk masa depan sangat besar. Terutama bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil akibat sperma lemah, nanobot ini bisa menjadi angin segar yang membuka kemungkinan baru dalam dunia kesuburan. ***