LENTERAMERAH – Banyak warisan budaya lokal di Eropa Timur menghadapi risiko kepunahan akibat modernisasi dan minimnya regenerasi. Salah satu contoh terbaru adalah tradisi tekstil Negliubka dari Distrik Vetka, Region Gomel, Belarus, yang resmi dimasukkan ke dalam UNESCO List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding pada Desember 2025.
Penetapan ini menempatkan tradisi tekstil Negliubka sebagai warisan budaya terancam yang membutuhkan perlindungan segera. Status tersebut diberikan UNESCO kepada praktik budaya yang dinilai masih hidup, namun berada dalam kondisi rentan dan berpotensi hilang dalam waktu dekat tanpa intervensi konkret.
Tradisi tekstil Negliubka berakar pada kehidupan masyarakat pedesaan Belarus bagian tenggara. Kerajinan ini berbasis tenun linen manual dengan teknik tradisional yang mencakup pemintalan rami, pewarnaan alami dari kulit kayu, rumput, dan bunga, serta penenunan menggunakan alat kayu sederhana. Pola yang dihasilkan umumnya geometris dan floral, dengan dominasi warna merah, putih, dan hitam.
Dalam praktiknya, tradisi ini dijalankan hampir sepenuhnya oleh perempuan dan diwariskan secara lisan serta praktik langsung dari generasi ke generasi. Tekstil Negliubka kerap digunakan dalam konteks ritual dan seremonial, termasuk pernikahan, upacara keluarga, dan kegiatan adat, menjadikannya bagian integral dari struktur sosial komunitas lokal.
Namun, UNESCO menilai keberlanjutan tradisi ini perlu perhatian. Jumlah pengrajin aktif terus menurun seiring bertambahnya usia para pelaku utama, sementara minat generasi muda terhadap kerajinan tradisional semakin terbatas. Tekanan dari industri tekstil modern dan produk massal juga mempersempit ruang ekonomi bagi praktik tenun tradisional.
Status “urgent safeguarding” membawa konsekuensi langsung bagi negara pengusul. Belarus berkewajiban menyusun dan menjalankan langkah perlindungan yang mencakup dokumentasi teknik, program pelatihan, pendidikan lintas generasi, serta penguatan peran komunitas lokal sebagai pemilik tradisi. UNESCO menempatkan komunitas, bukan negara semata, sebagai aktor utama dalam proses pelestarian.
Distrik Vetka sendiri dikenal sebagai salah satu pusat tradisi rakyat Belarus, dengan sejarah panjang praktik budaya berbasis komunitas. Masuknya Negliubka dalam daftar warisan budaya terancam UNESCO mempertegas kondisi rapuh banyak tradisi lokal yang selama ini bertahan di luar arus utama budaya populer.
Penetapan ini juga mencerminkan dilema global dalam pelestarian warisan budaya takbenda: bagaimana mempertahankan keaslian tradisi tanpa memisahkannya dari realitas sosial dan ekonomi masyarakat pendukungnya. Dalam kasus Negliubka, tantangan utama terletak pada transmisi pengetahuan di tengah perubahan pola hidup dan nilai generasi muda. ***



