Cuti Melahirkan di Rusia Kini Juga Diambil Ayah

Cuti melahirkan Rusia kini juga diambil ayah, meningkat tajam namun masih terbatas pada keluarga urban dengan stabilitas ekonomi.
ayah Rusia merawat bayi di rumah apartemen kota besar.
Fenomena cuti melahirkan Rusia oleh ayah meningkat 6–9 kali sejak 2020, tetapi hanya umum di kota besar dengan stabilitas ekonomi. Foto: Izvestia/Andrey Ershtrom

LENTERAMERAH – Fenomena cuti melahirkan Rusia ayah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Proporsinya naik dari sekitar 2% menjadi 12,5%, dengan jumlah absolut melonjak hingga 6–9 kali lipat sejak 2020. Angka ini memberi gambaran adanya pergeseran dalam praktik pengasuhan, terutama di wilayah perkotaan. Namun, perubahan ini tidak tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat.

Di kota-kota seperti Moskow dan Saint Petersburg, ayah yang mengambil cuti mulai menjadi bagian dari keseharian keluarga. Mereka terlibat langsung dalam aktivitas domestik, dari mengurus bayi hingga mengatur ritme harian rumah. Peran ini tidak muncul sebagai deklarasi perubahan nilai, melainkan sebagai respons terhadap kebutuhan hidup urban yang semakin kompleks. Rumah menjadi ruang yang lebih fleksibel dalam pembagian tanggung jawab.

Namun, keputusan tersebut sangat terkait dengan kondisi ekonomi. Tunjangan cuti hanya sekitar 40% dari rata-rata penghasilan, dengan batas maksimal sekitar 83.021 rubel per bulan dan minimal sekitar 10.669 rubel. Artinya, keluarga harus siap menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan selama periode cuti. Dalam praktiknya, ayah yang mengambil cuti umumnya berasal dari kelompok berpenghasilan tinggi dengan stabilitas finansial.

Di luar kelompok tersebut, pilihan yang sama menjadi sulit diakses. Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, kehilangan sebagian besar penghasilan bukan sekadar penyesuaian, tetapi risiko langsung terhadap kebutuhan sehari-hari. Dalam situasi seperti ini, pembagian peran dalam keluarga lebih banyak ditentukan oleh keharusan ekonomi dibandingkan preferensi. Kehadiran ayah dalam pengasuhan menjadi sesuatu yang tidak selalu dapat diwujudkan.

Perubahan ini membentuk pola yang tidak seragam di dalam masyarakat Rusia. Di satu sisi, ada peningkatan keterlibatan ayah yang terlihat jelas di lingkungan urban. Di sisi lain, praktik tersebut tetap mengikuti batas yang ditentukan oleh pendapatan, keamanan kerja, dan kemampuan keluarga untuk menyerap kehilangan sementara dalam kehidupan sehari-hari. ***