LENTERAMERAH – Slavianski Bazaar 2026 di Vitebsk, Belarus, memasuki edisi ke-35 dengan arah yang semakin terbuka pada pengalaman partisipatif. Direktur festival, Gleb Lapitsky, menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara kini sudah tersedia untuk publik di berbagai venue utama. “Tiket sudah mulai dijual untuk semua acara di seluruh lokasi festival berskala besar ini,” ujarnya. Festival berlangsung pada 16–19 Juli, dengan rangkaian kegiatan sejak 14 Juli.
Perubahan tidak hanya terlihat pada jumlah acara, tetapi pada cara festival ini dihadirkan. Jazz menjadi salah satu fokus utama dan hadir luas di Regional Philharmonic serta berbagai ruang lainnya. “Tahun ini, jazz akan dimainkan di Regional Philharmonic, dan secara keseluruhan akan ada banyak jazz di Slavianski Bazaar,” kata Lapitsky. Penampilannya melibatkan ensemble berpenghargaan hingga musisi muda, menciptakan suasana yang lebih terbuka dan dinamis.
Tari juga bergerak ke posisi yang lebih sentral dalam struktur festival. Untuk pertama kalinya, pembukaan utama di Summer Amphitheater dimulai dengan pertunjukan koreografi besar “Dance, Slavic Soul!” yang menjadikan gerak sebagai bahasa awal. Lapitsky menegaskan bahwa festival ini tetap setia pada audiens utamanya, tetapi juga terus beradaptasi. “Festival kami selalu setia pada penonton utamanya, tetapi kami juga mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Hubungan antara panggung dan penonton pun berubah secara nyata. Program seperti “Rhythms of Summer” dirancang sebagai ruang interaktif, di mana penonton dapat ikut menari dan menjadi bagian dari suasana. “Proyek-proyek ini dimaksudkan agar generasi muda bisa menari—memberi mereka ruang sendiri,” kata Lapitsky. Penonton tidak lagi hanya hadir sebagai pengamat, tetapi ikut membentuk ritme festival.
Perubahan ini bahkan menyentuh aspek fisik ruang pertunjukan. Summer Amphitheater mulai disesuaikan agar lebih mendukung pergerakan penonton. “Kami sudah mulai memasang kursi baru yang tidak akan menghalangi mereka yang datang untuk menari,” ujarnya. Festival tidak lagi sepenuhnya terpusat pada panggung, melainkan pada interaksi yang terjadi di seluruh ruang. ***



