AI Kazakhstan Pangkas Biaya Perbaikan Jaringan Pemanas

sistem pipa pemanas dengan pengukur suhu sebagai bagian dari infrastruktur pemanas yang dipantau menggunakan AI di Kazakhstan.
Ilustrasi jaringan pipa pemanas yang menjadi objek pemantauan sistem AI di Kazakhstan, yang mampu mendeteksi kerusakan dan menekan biaya perbaikan hingga 75 persen. Photo: Phantom1311 / iStock

LENTERAMERAH – Pengembangan AI Kazakhstan dalam sektor energi mulai menunjukkan dampak nyata. Para insinyur Kazakhstan mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mendiagnosis kondisi jaringan pemanas secara presisi. 

Teknologi ini telah diuji dalam kondisi nyata dan mampu menekan biaya perbaikan hingga 75 persen. Menteri Energi Kazakhstan, Yerlan Akkenzhenov, menyampaikan hal ini seperti dilaporkan Kazinform, mitra TV BRICS.

Sistem tersebut bekerja melalui perangkat robotik yang melakukan pemeriksaan di dalam pipa menggunakan metode resonansi akustik. Data yang diperoleh dianalisis oleh model AI untuk menilai kondisi teknis jaringan, mengidentifikasi kerusakan, serta memprediksi potensi kegagalan. 

Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap titik lemah dalam infrastruktur. Dengan begitu, intervensi dapat dilakukan sebelum kerusakan berkembang lebih jauh.

Uji coba di kota Shymkent menunjukkan hasil signifikan dalam penerapan teknologi ini. Anggaran perbaikan berhasil ditekan hingga 75 persen, dengan manfaat ekonomi yang diperkirakan mencapai 1,9 juta dolar AS per tahun. 

Efisiensi ini memberikan ruang baru dalam pengelolaan infrastruktur energi perkotaan. Sistem pemanas menjadi lebih terpantau dan risiko gangguan dapat diminimalkan.

Pengembangan ini kini memasuki tahap perluasan implementasi. Pemerintah Kazakhstan melihat potensi ekspor dari teknologi tersebut dan mulai mendorong penetrasi ke pasar Uzbekistan. 

AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Langkah ini menunjukkan arah baru dalam pemanfaatan inovasi domestik.

Pemanfaatan AI juga berkembang di negara lain dalam lingkup BRICS dan mitranya. Di China, robot anjing digunakan untuk memeriksa jaringan listrik di Kawasan Baru Xiong’an, dengan kemampuan memindai hampir 12 kilometer terowongan utilitas bawah tanah. 

Perangkat ini mampu menyelesaikan pekerjaan yang biasanya memakan waktu sekitar 22 jam dalam 3–4 jam, serta mendeteksi cacat halus pada isolasi tegangan tinggi, seperti dilaporkan CGTN.

Di Rusia, para ilmuwan tengah mengembangkan perangkat “electrovisor” untuk mendiagnosis isolasi tegangan tinggi eksternal. Dengan bantuan AI, perangkat ini dapat memvisualisasikan pola medan listrik pada layar digital dan mendeteksi kerusakan tersembunyi sebelum terjadi kegagalan. Pengembangan ini dilaporkan di situs South Ural State University (SUSU), mitra TV BRICS.

Sementara itu di Belarus, AI mulai digunakan dalam bidang medis, khususnya radiologi. Proyek penerapan AI dalam pemeriksaan radiologi digital dada direncanakan diluncurkan di fasilitas kesehatan Minsk. 

Para dokter akan memanfaatkan jaringan saraf yang telah dilatih untuk meningkatkan kualitas skrining, seperti dilaporkan BelTA. ***

Sumber: TV BRICS