LENTERAMERAH – Rudal balistik antar benua RS-28 Sarmat kembali menjadi sorotan setelah Presiden Putin mengumumkan kesiapannya masuk dinas tempur akhir 2026. Berikut adalah spesifikasi teknis lengkap rudal yang dijuluki Satan II oleh NATO ini.
Jangkauan dan Kemampuan Jelajah
Menurut keterangan resmi Rusia, Sarmat memiliki jangkauan standar 18.000 km melalui jalur balistik. Namun dengan teknologi Fractional Orbital Bombardment System (FOBS), jangkauannya bisa mencapai lebih dari 35.000 km. Hal ini memungkinkan rudal diluncurkan dari Moskow untuk menjangkau hampir seluruh wilayah di Bumi, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan bahkan Australia.
Waktu Tempuh
Waktu terbang rudal Sarmat ke target di Amerika Serikat diperkirakan hanya 20 hingga 30 menit. Contohnya, dari Moskow ke Washington DC atau New York diperkirakan sekitar 25 menit.
Dimensi dan Bobot
- Panjang: lebih dari 35 meter
- Berat lepas landas: sekitar 208 ton
- Jenis bahan bakar: cair (liquid-fueled) dengan tiga tahap
Payload / Muatan Nuklir
Sarmat mampu membawa payload hingga 10 ton. Rudal ini dapat membawa:
- 10 hingga 15 MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles)
- Hingga 3 unit Avangard Hypersonic Glide Vehicle
- Decoy dan countermeasures untuk mengelabui pertahanan rudal
Teknologi Gliding Warhead
Salah satu keunggulan utama adalah kemampuan membawa Avangard, kendaraan meluncur hipersonik yang dapat bermanuver di atmosfer dengan kecepatan hingga Mach 27. Teknologi ini membuat Sarmat sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan rudal musuh.
Sarmat dikembangkan oleh Makeyev Rocket Design Bureau sebagai pengganti rudal SS-18 Satan (Voevoda). Dengan spesifikasi yang sangat superior ini, Rusia mengklaim Sarmat mampu menembus semua pertahanan rudal yang ada saat ini dan masa depan. ***




