LENTERAMERAH – Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal balistik antar benua RS-28 Sarmat. Rudal yang oleh NATO dijuluki Satan II ini akan resmi ditempatkan dalam dinas tempur akhir tahun 2026.
Dalam pernyataannya, Putin menyebut Sarmat sebagai “sistem rudal paling kuat di dunia”. Ia mengklaim total daya ledak yang dapat dibawa rudal ini lebih dari 4 kali lebih besar dibandingkan rudal sejenis milik negara Barat.
“Rudal ini tidak hanya mampu meluncur melalui jalur balistik biasa, tetapi juga dapat menggunakan trajektori suborbital dengan jangkauan lebih dari 35.000 kilometer,” kata Putin.
Akurasi rudal ini juga diklaim meningkat dua kali lipat.Salah satu keunggulan utama Sarmat adalah kemampuannya menembus semua sistem pertahanan rudal yang ada saat ini maupun di masa depan.
Rudal ini dirancang membawa berbagai payload, termasuk MIRV dan Avangard Hypersonic Glide Vehicle.Sarmat merupakan pengganti rudal SS-18 Satan (Voevoda) yang sudah tua. Proyek ini dikembangkan sejak 2011 oleh Makeyev Rocket Design Bureau.
Meski sempat mengalami kegagalan uji coba beberapa kali, Rusia berhasil melaksanakan uji coba penting terbaru ini.Pengumuman ini disampaikan di tengah persiapan peringatan Hari Kemenangan Rusia.
Banyak pengamat menilai ini sebagai bagian dari upaya modernisasi kekuatan nuklir strategis Moskow di tengah ketegangan geopolitik global.Dengan panjang lebih dari 35 meter dan berat lepas landas mencapai 208 ton, Sarmat termasuk ICBM terberat yang pernah dibuat.
Rudal ini mampu menjangkau target di mana pun di Bumi dari wilayah Rusia. Penempatan Sarmat akhir 2026 diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Rusia dalam keseimbangan kekuatan nuklir dunia. ***




