LENTERAMERAH – Perdebatan publik mengenai klaim “ganja pasif” dalam kasus anak seorang bupati di Riau membuat satu fakta penting nyaris luput dari perhatian, yakni hasil tes urine yang juga menunjukkan adanya etomidate.
AF, 21 tahun, diamankan dalam razia tempat hiburan malam di Pekanbaru pada 24 Mei 2026. Selain dinyatakan positif ganja, hasil pemeriksaan juga menunjukkan keberadaan etomidate.
Namun sebagian besar penjelasan resmi yang disampaikan BNN Pekanbaru berfokus pada dugaan paparan asap ganja di toilet.
Etomidate Bukan Asap Rokok
Etomidate merupakan obat anestesi dan sedatif yang digunakan dalam dunia medis untuk keperluan tertentu di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, zat ini juga muncul dalam sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika dan zat psikoaktif di berbagai negara.
Berbeda dengan ganja, etomidate tidak dikenal sebagai zat yang lazim menyebabkan hasil tes positif melalui paparan asap pasif di ruangan tertutup.
Karena itu, keberadaan etomidate dalam hasil pemeriksaan AF memunculkan pertanyaan tersendiri yang belum banyak dijawab dalam penjelasan resmi.
Fokus Publik Tertuju pada Ganja
Kontroversi ganja pasif membuat perhatian publik terpusat pada perdebatan mengenai kemungkinan seseorang dinyatakan positif hanya karena menghirup asap dari orang lain.
Padahal dalam dokumen hasil pemeriksaan yang beredar, etomidate juga termasuk zat yang terdeteksi.
Sejumlah warganet mempertanyakan mengapa aspek tersebut tidak mendapat penjelasan yang sama rinci dari pihak berwenang.
Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah status positif etomidate turut menjadi dasar rekomendasi rehabilitasi atau hanya dianggap sebagai temuan tambahan dalam pemeriksaan.
Transparansi Jadi Sorotan
Kasus ini berkembang menjadi isu kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum narkotika.
Bukan hanya soal hasil tes urine, tetapi juga mengenai transparansi penjelasan yang diberikan kepada masyarakat.
Kritik yang muncul tidak seluruhnya ditujukan pada hasil pemeriksaan laboratorium, melainkan pada minimnya informasi teknis yang dipublikasikan terkait temuan zat dalam tubuh para peserta razia.
Hingga kini BNN Pekanbaru tetap mempertahankan penjelasan bahwa AF tidak mengonsumsi ganja secara langsung dan hasil positif berasal dari paparan asap di toilet tempat dua pengguna lain sedang mengisap ganja. ***



