LENTERAMERAH – Indonesia menjadi salah satu pasar yang mulai dilirik industri susu Belarus dalam beberapa tahun terakhir. Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan bahan baku dairy yang terus meningkat, pasar Indonesia dinilai menawarkan peluang ekspor yang menarik bagi produsen susu dari negara Eropa Timur tersebut.
Sejumlah perusahaan Belarus seperti Savushkin Product, Lidsky Milk Canning Plant, Lepel Milk Canning Plant, dan Rogachev Milk Canning Plant aktif mempromosikan produk mereka melalui berbagai forum bisnis dan perdagangan internasional.
Impor Susu Indonesia Masih Sangat Besar
Meskipun produksi susu segar nasional terus meningkat, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan susu.
Produk seperti susu bubuk, whey, dan berbagai bahan baku dairy masih banyak didatangkan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan sektor makanan, minuman, bakery, dan produk nutrisi.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu pasar impor susu terbesar di dunia dan menarik perhatian banyak eksportir internasional.
Persaingan dengan Pemasok Lama
Tantangan terbesar bagi Belarus bukan terletak pada kapasitas produksi. Negara tersebut memiliki industri dairy yang mampu mengolah ribuan ton susu setiap hari dan mengekspor produk ke puluhan negara.
Persaingan justru datang dari negara-negara yang telah lama menguasai pasar Indonesia.
Selandia Baru masih menjadi pemasok utama berbagai produk susu ke Indonesia. Selain itu terdapat Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Uni Eropa yang memiliki jaringan distribusi serta hubungan dagang yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Produsen Belarus juga harus memenuhi berbagai persyaratan teknis, sertifikasi, registrasi fasilitas produksi, serta standar yang berlaku di Indonesia.
Harga Kompetitif Jadi Modal Utama
Di tengah persaingan tersebut, Belarus mencoba menawarkan harga yang kompetitif serta portofolio produk yang semakin beragam.
Selain susu bubuk, perusahaan-perusahaan Belarus juga mengembangkan produk bebas laktosa, produk berprotein tinggi, whey powder, hingga berbagai bahan baku yang digunakan industri pangan.
Belarusian Universal Commodity Exchange dalam beberapa tahun terakhir juga aktif mempertemukan eksportir Belarus dengan mitra potensial di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Perluasan pasar ke Asia menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekspor Belarus di tengah perubahan lanskap perdagangan global dan meningkatnya kebutuhan produk dairy di kawasan tersebut. ***



