Ilmuwan Temukan Alasan Mengapa Berkebun Bisa Membantu Mengurangi Stres

Penelitian ilmiah menunjukkan aktivitas berkebun dapat membantu mengurangi stres. Salah satu faktor yang menjadi perhatian ilmuwan adalah bakteri alami yang hidup di dalam tanah.
berkebun dan mengolah tanah.
Aktivitas berkebun tidak hanya menghasilkan tanaman, tetapi juga dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan mental melalui paparan bakteri tanah.

LENTERAMERAH – Anggapan bahwa berkebun mengurangi stres ternyata bukan sekadar pengalaman pribadi para pecinta tanaman. Sejumlah penelitian ilmiah menemukan bahwa tanah yang sering disentuh saat berkebun mengandung bakteri yang diduga memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan mental.

Menurut laporan Komsomolskaya Pravda, perhatian ilmuwan tertuju pada bakteri Mycobacterium vaccae yang banyak ditemukan di tanah dan lingkungan alami. Bakteri tersebut pertama kali menarik perhatian peneliti pada 1970-an di sekitar Danau Kyoga, Uganda.

Para ahli imunologi saat itu menemukan bahwa penduduk di wilayah tersebut menunjukkan respons yang lebih baik terhadap vaksin kusta. Penelitian lanjutan kemudian mengungkap bahwa bakteri yang sama juga ditemukan secara luas di tanah dan air di berbagai wilayah dunia.

Bakteri Tanah dan Hubungannya dengan Otak

Penelitian yang dikutip Komsomolskaya Pravda menyebut Mycobacterium vaccae dapat memengaruhi sistem imun dan membantu tubuh mengelola respons terhadap stres.

Sejumlah studi menemukan kontak dengan bakteri tersebut berkaitan dengan peningkatan produksi serotonin, senyawa kimia yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati. Pada saat yang sama, aktivitas biologis bakteri itu juga dikaitkan dengan penurunan peradangan dalam tubuh.

Kombinasi kedua proses tersebut diyakini membantu otak menghadapi tekanan psikologis dan kecemasan secara lebih efektif.

Karena itu, aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan tanah seperti berkebun, menanam, atau mengolah lahan sering dikaitkan dengan perasaan lebih rileks setelah dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Penelitian Berkembang ke Gangguan Trauma

Salah satu peneliti yang banyak menyoroti bakteri ini adalah Christopher Lowry, profesor fisiologi dari University of Colorado, Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, Lowry dan timnya meneliti kemungkinan pemanfaatan Mycobacterium vaccae dalam pengembangan terapi yang berkaitan dengan gangguan stres berat, termasuk post-traumatic stress disorder atau PTSD.

Penelitian tersebut berangkat dari temuan bahwa bakteri tanah dapat membantu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap tekanan psikologis melalui mekanisme yang melibatkan sistem imun dan saraf.

Temuan ini ikut memperkuat pandangan bahwa berkebun mengurangi stres bukan hanya karena aktivitas fisik atau suasana alam yang menenangkan, tetapi juga karena adanya interaksi biologis antara manusia dan mikroorganisme yang hidup di tanah.

Bagi banyak orang, berkebun selama ini dianggap sekadar hobi atau kegiatan mengisi waktu luang. Namun sejumlah ilmuwan kini melihat tanah sebagai lingkungan yang menyimpan mikroorganisme dengan potensi besar untuk membantu menjaga kesehatan mental manusia. ***