LENTERAMERAH – Media pemerintah Iran melontarkan sindiran tajam kepada Yordania di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel. Sindiran itu muncul setelah Yordania kembali mencegat rudal dan drone Iran yang melintas di wilayah udaranya.
Melalui akun resminya di X, media pemerintah Iran menulis bahwa sistem pertahanan udara Yordania tampaknya hanya “bangun” ketika rudal dan drone datang dari arah timur.
Sebaliknya, ketika pesawat tempur dan rudal datang dari arah barat, sistem tersebut disebut kembali “tertidur” dan membiarkannya lewat.
Iran Tuduh Yordania Terapkan Standar Ganda
Unggahan tersebut disertai kutipan laporan Anadolu Agency pada Februari 2026 yang memuat pernyataan pemerintah Yordania bahwa negara itu tidak akan menjadi medan pertempuran maupun basis serangan terhadap Iran.
Media Iran juga menyertakan peta kawasan Timur Tengah yang menunjukkan posisi Yordania berada di antara Iran di sebelah timur dan Israel di sebelah barat.
Sindiran tersebut merujuk pada kebijakan Yordania selama eskalasi konflik Iran-Israel. Dalam beberapa kesempatan, militer Yordania bersama sistem pertahanan yang didukung Amerika Serikat dilaporkan mencegat rudal dan drone Iran yang melintasi wilayahnya menuju Israel.
Menurut pemerintah Yordania, tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi kedaulatan wilayah dan keselamatan warga negaranya.
Namun Iran menilai tindakan itu menunjukkan standar ganda. Teheran mempertanyakan mengapa Yordania aktif menghadapi proyektil Iran tetapi dianggap tidak mengambil langkah serupa terhadap operasi militer Israel.
Yordania Berada di Tengah Konflik
Posisi geografis Yordania membuat negara itu berada di jalur sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran menuju Israel.
Kondisi tersebut membuat Amman berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, pemerintah Yordania berupaya menjaga hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Di sisi lain, tekanan domestik juga meningkat karena sebagian masyarakat Yordania mendukung Palestina dan menolak kerja sama keamanan yang dianggap menguntungkan Israel.
Hingga Juni 2026, pemerintah Yordania tetap mempertahankan posisi resminya bahwa seluruh tindakan pertahanan udara dilakukan semata-mata untuk melindungi wilayah negara dan bukan untuk membantu salah satu pihak dalam konflik yang sedang berlangsung. ***




