LENTERAMERAH – Unggahan lama seorang pria India bernama Rajesh Sharma kembali viral setelah putranya tewas dalam serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker MT Settebello di Teluk Oman.
Dalam unggahan yang beredar luas di media sosial, Rajesh Sharma terlihat memuji operasi militer Israel di Gaza pada Oktober 2023. Ia bahkan menulis ingin melihat Gaza menjadi puing-puing dan memberikan dukungan kepada militer Israel.
Setelah kabar kematian putranya muncul, unggahan tersebut kembali dibagikan ribuan kali. Banyak pengguna media sosial menyoroti ironi yang mereka lihat dalam peristiwa tersebut.
Unggahan Lama Kembali Disorot
Putra Rajesh Sharma bernama Aditya Sharma, 23 tahun. Ia bekerja sebagai deck cadet di kapal tanker MT Settebello yang beroperasi di kawasan Teluk Oman.
Pada 9 hingga 10 Juni 2026, kapal tersebut menjadi sasaran serangan militer AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Serangan itu memicu kebakaran besar dan menewaskan tiga awak kapal asal India, termasuk Aditya.
Di media sosial, banyak pengguna mengaitkan kematian Aditya dengan unggahan ayahnya yang bernada anti-Muslim dan pro-Israel. Narasi yang beredar menyebut peristiwa tersebut sebagai ironi kehidupan karena Rajesh Sharma selama ini dikenal mendukung tindakan keras terhadap Gaza.
Sebagian unggahan bahkan secara terbuka menyebut kejadian itu sebagai “karma”. Mereka menyoroti fakta bahwa Aditya bekerja mencari nafkah di kawasan yang mayoritas penduduknya Muslim, sementara ayahnya kerap mengunggah komentar yang dianggap menghina Muslim dan Palestina.
Perdebatan di Media Sosial
Tidak semua pihak setuju dengan narasi tersebut. Banyak pengguna media sosial menilai Aditya Sharma tidak seharusnya dikaitkan dengan pandangan politik ayahnya.
Mereka menegaskan bahwa korban merupakan pelaut sipil yang tidak memiliki hubungan dengan konflik Timur Tengah maupun unggahan kontroversial Rajesh Sharma.
Kematian Aditya juga memunculkan fakta lain yang dianggap ironis oleh sebagian pengguna internet. Putra Rajesh Sharma bukan tewas akibat serangan kelompok Muslim atau negara yang selama ini menjadi sasaran kritik ayahnya, melainkan dalam operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat, sekutu dekat Israel.
Hingga kini, unggahan tentang Rajesh Sharma dan kematian Aditya terus menjadi bahan perdebatan di media sosial. Sebagian melihatnya sebagai pelajaran tentang konsekuensi ujaran kebencian, sementara yang lain menilai duka keluarga korban tidak seharusnya dijadikan alat untuk merayakan kematian seseorang. ***




