LENTERAMERAH – Divonis mengidap kanker payudara stadium IV pada usia 42 tahun, Molly Kochan tidak memilih menghabiskan sisa hidupnya dalam keterpurukan. Ia justru meninggalkan suaminya dan menjalani hubungan seksual dengan hampir 200 pria sebelum meninggal dunia pada 2019.
Kochan lahir pada 19 Juli 1973 di New York dan kemudian tinggal di Los Angeles. Ia sempat menjalani berbagai pengobatan setelah didiagnosis kanker payudara, termasuk kemoterapi, radiasi, serta pengangkatan kedua payudara.
Pada 2015, saat berusia 42 tahun, dokter menyatakan kankernya telah berkembang menjadi stadium IV dan menyebar ke tulang, hati, serta otak. Kondisi tersebut membuat peluang kesembuhan nyaris tidak ada.
Molly Kochan dan Keputusan yang Mengundang Perdebatan
Setelah menerima diagnosis terminal, Kochan memutuskan mengakhiri pernikahannya yang telah berlangsung sekitar 15 tahun. Dalam berbagai catatan dan wawancara yang kemudian dikutip media Amerika, ia mengaku merasa tidak lagi memiliki kedekatan fisik maupun emosional dengan suaminya.
Keputusan berikutnya membuat namanya dikenal luas. Molly mulai aktif menggunakan aplikasi kencan dan menjalin hubungan seksual dengan banyak pria selama tahun-tahun terakhir hidupnya.
Menurut sahabatnya, Nikki Boyer, jumlah pria yang ditemui Molly mencapai sekitar 183 hingga hampir 200 orang. Pengakuan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian paling banyak dibicarakan dari kisah hidupnya.
Namun bagi Kochan, pengalaman itu bukan sekadar soal seks. Ia mengatakan operasi pengangkatan payudara dan berbagai perawatan kanker membuatnya merasa kehilangan sebagian identitas dirinya sebagai perempuan.
Melalui blog Everything Leads to This, Molly menulis tentang upayanya membangun kembali hubungan dengan tubuhnya sendiri. Ia bahkan menyebut seks sebagai kebalikan dari kematian karena memberinya perasaan hidup di tengah kondisi yang terus memburuk.
Kisah tersebut kemudian direkam dalam podcast Dying for Sex bersama sahabatnya, Nikki Boyer. Podcast itu direkam hingga masa-masa terakhir hidupnya, termasuk saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Popularitas podcast tersebut mendorong lahirnya serial TV Dying for Sex yang dibintangi Michelle Williams sebagai Molly Kochan.
Molly Kochan meninggal dunia pada 8 Maret 2019 dalam usia 45 tahun. Hingga kini, kisahnya masih memicu perdebatan antara mereka yang melihatnya sebagai bentuk kebebasan pribadi dan mereka yang mempertanyakan pilihan yang diambilnya menjelang akhir hidup. ***



