Kazakhstan Dorong Lokalisasi Industri Ringan hingga 2030

Kazakhstan menyiapkan kebijakan lokalisasi industri ringan dengan insentif negara, pengadaan jangka panjang, investasi dan target penciptaan 40 ribu pekerjaan.
Rencana industri ringan Kazakhstan mencakup 28 langkah untuk memperluas produksi lokal, investasi, pasar dan kapasitas tenaga kerja hingga 2030.

LENTERAMERAH — Kazakhstan menyiapkan kebijakan baru untuk memperdalam lokalisasi industri ringan melalui dukungan negara, reformasi pengadaan, investasi dan pengembangan tenaga kerja. Rencana tersebut memuat 28 langkah yang ditujukan untuk memperkuat posisi produsen domestik hingga 2030.

Sebagaimana dilansir situs resmi Perdana Menteri Kazakhstan, Rencana Komprehensif Pengembangan Industri Ringan 2026–2030 dibahas bersama kementerian terkait, Kamar Dagang Nasional Atameken, Dana Damu dan sejumlah perusahaan domestik. Rencana tersebut mencakup perbaikan regulasi, mekanisme pengadaan, pemberantasan impor gelap, investasi, pengembangan merek lokal dan pelatihan tenaga kerja.

Lokalisasi industri ringan mendapat insentif

Salah satu instrumen utama yang disiapkan adalah perjanjian peningkatan lokalisasi dengan perusahaan industri. Melalui skema ini, perusahaan akan memiliki kewajiban meningkatkan produksi, memperbesar kandungan lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi pekerja.

Sebagai imbalannya, pemerintah menyediakan sejumlah bentuk dukungan, termasuk pembiayaan lunak, leasing peralatan, kontrak investasi khusus dan kontrak pengadaan jangka panjang. Skema tersebut menempatkan dukungan negara beriringan dengan kewajiban peningkatan kapasitas produksi.

Pemerintah juga menyiapkan sistem pelacakan bahan baku dan produk secara menyeluruh menggunakan mekanisme “gudang virtual” dan faktur elektronik. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan transparansi pasar sekaligus memperkuat pengawasan terhadap rantai pasok.

Menurut Kementerian Perdagangan dan Integrasi Kazakhstan, sektor industri ringan dan pertanian memiliki jumlah produsen domestik terbesar. Namun, impor masih mendominasi perdagangan luar negeri industri ringan, sementara permintaan terhadap produk lokal terutama berasal dari sektor pemerintah dan kuasi-pemerintah.

Karena itu, pemerintah ingin memperluas kehadiran produk domestik di pasar komersial. Salah satu kebijakan yang telah ditetapkan adalah kewajiban menyediakan sedikitnya 30 persen ruang rak untuk produk lokal, atau 50 persen pada gerai yang memperoleh dukungan negara.

Target rencana tersebut cukup besar. Sebagaimana dikutip dari keterangan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Nasional Kazakhstan Serik Zhumangarin, hingga 2030 pemerintah menargetkan pengolahan bahan baku meningkat 1,5–2 kali, sekitar 40 ribu lapangan kerja tercipta dan 35 proyek investasi direalisasikan.

Pemerintah Kazakhstan juga menyiapkan program untuk mendukung dan mempromosikan produk dengan merek “Қазақстанда жасалған”. Menteri Ekonomi Nasional menyatakan pengembangan industri ringan dipandang penting terutama untuk menciptakan lapangan kerja dan memperluas produksi domestik. ***