Pertumbuhan Ekonomi Kazakhstan Capai 4,1 Persen pada Semester Pertama 2026

Pertumbuhan ekonomi Kazakhstan mencapai 4,1 persen pada semester pertama 2026. Pemerintah menyebut sektor nonmigas, investasi, dan perdagangan menjadi motor utama.
Ekonomi Kazakhstan tumbuh 4,1 persen pada paruh pertama 2026. Sektor nonmigas, investasi, dan perdagangan luar negeri menjadi pendorong utama.

LENTERAMERAH – Pertumbuhan ekonomi Kazakhstan mencapai 4,1 persen pada semester pertama 2026. Capaian tersebut lebih tinggi 0,4 poin persentase dibandingkan periode Januari–Mei, menandakan akselerasi aktivitas ekonomi sepanjang paruh pertama tahun ini.

Data tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Nasional Kazakhstan Serik Zhumangarin dalam rapat pemerintah. Menurut Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan melalui kanal resmi Press Economy, penguatan ekonomi terutama ditopang oleh sektor riil yang tumbuh dari 4 persen menjadi 5,1 persen.

Sementara itu, sektor jasa mencatat pertumbuhan 3,5 persen. Kinerja terbaik berasal dari sektor konstruksi, industri pengolahan, transportasi, dan perdagangan. Tren positif juga berlanjut di sektor agroindustri serta informasi dan komunikasi.

Sektor Nonmigas Tetap Jadi Penggerak Utama

Zhumangarin mengatakan ekonomi Kazakhstan terus menunjukkan percepatan sejak awal tahun. Menurutnya, sektor nonmigas masih menjadi motor utama pertumbuhan dengan laju yang secara konsisten berada di atas 5 persen sepanjang 2026.

Pemerintah juga mencatat investasi pada aset tetap mencapai 9,5 triliun tenge, meningkat 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi swasta tumbuh lebih cepat, yakni 21,4 persen, sehingga porsinya mencapai 87 persen dari total investasi nasional.

Kenaikan investasi terbesar terjadi pada sektor informasi dan komunikasi yang melonjak 2,3 kali lipat. Sementara itu, investasi di sektor konstruksi meningkat 38,7 persen, industri pengolahan 33,3 persen, pertanian 24,6 persen, dan transportasi 11,6 persen.

Neraca Perdagangan Masih Surplus

Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan juga melaporkan nilai perdagangan luar negeri selama Januari–Mei 2026 mencapai US$56,3 miliar atau sekitar Rp1.013 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Dari nilai tersebut, ekspor mencapai US$30,4 miliar atau sekitar Rp547,2 triliun, sedangkan impor sebesar US$26 miliar atau sekitar Rp468 triliun. Dengan demikian, Kazakhstan membukukan surplus neraca perdagangan lebih dari US$4,4 miliar atau sekitar Rp79,2 triliun, memperkuat kinerja sektor eksternal di tengah perlambatan ekonomi global. ***