Inflasi Kazakhstan Turun 10 Bulan, Kredit Bisnis Meningkat

Inflasi Kazakhstan turun 10 bulan berturut-turut menjadi 10,2% pada Juli 2026, sementara kredit bisnis dan UMKM terus meningkat.
Bank sentral Kazakhstan mencatat inflasi Juli 10,2%, kredit UMKM tumbuh 29,6%, sementara cadangan devisa dan National Fund mencapai US$127,3 miliar.

LENTERAMERAH — Inflasi tahunan Kazakhstan turun selama 10 bulan berturut-turut dan mencapai 10,2 persen pada Juli 2026. Pada saat yang sama, pertumbuhan kredit mulai bergeser dari konsumsi rumah tangga ke pembiayaan dunia usaha, dengan kredit usaha kecil dan menengah (UMKM) tumbuh hampir 30 persen secara tahunan.

Sebagaimana dilaporkan Aqorda, Presiden Kazakhstan menerima Ketua Bank Nasional Kazakhstan Timur Suleimenov untuk mendengarkan laporan mengenai pelaksanaan kebijakan moneter selama Januari-Juli 2026. Laporan tersebut mencakup perkembangan inflasi, aktivitas ekonomi, kredit, pasar valuta asing, aset National Fund dan ENPF, serta cadangan devisa negara.

Inflasi turun menjadi 10,2 persen

Menurut laporan Suleimenov, inflasi tahunan pada Juli mencapai 10,2 persen, melanjutkan tren penurunan selama 10 bulan berturut-turut.

Bank Nasional mengaitkan perkembangan tersebut dengan kebijakan moneter yang dijalankan, penguatan nilai tukar tenge, stabilisasi aktivitas konsumsi serta langkah-langkah bersama pemerintah dan Bank Nasional untuk menekan inflasi.

Bank Nasional Kazakhstan tetap menargetkan inflasi jangka menengah sebesar 5 persen.

Presiden Kazakhstan dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya melanjutkan stabilisasi inflasi dan memberikan sejumlah tugas kepada Bank Nasional.

Kredit bisnis tumbuh 17,1 persen

Di sektor perbankan, kredit kepada dunia usaha menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat.

Per 1 Juli 2026, portofolio kredit perbankan kepada bisnis meningkat 17,1 persen secara tahunan. Kredit kepada UMKM bahkan tumbuh 29,6 persen.

Pada saat yang sama, pertumbuhan kredit konsumsi melambat dari 21 persen pada awal tahun menjadi 13 persen.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran pertumbuhan kredit menuju pembiayaan kegiatan usaha. Bank Nasional Kazakhstan mengaitkannya dengan efektivitas langkah-langkah prudensial yang diterapkan terhadap kredit konsumsi.

National Fund dan cadangan devisa mencapai US$127,3 miliar

Laporan tersebut juga mencakup kondisi aset National Fund, dana pensiun dan cadangan devisa.

Per 1 Juli 2026, total aset National Fund dan cadangan devisa Kazakhstan mencapai US$127,3 miliar.

Pendapatan investasi National Fund pada semester pertama tahun ini mencapai US$2,3 miliar.

Sementara itu, aset pensiun ENPF mencapai 27,8 triliun tenge, meningkat 1,7 triliun tenge sejak awal tahun.

Kazakhstan kembangkan sistem keuangan digital

Bank Nasional juga melaporkan perkembangan kebijakan untuk membangun ekosistem keuangan digital.

Salah satu arah baru adalah penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas negara, pengembangan infrastruktur keuangan digital dan penerbitan aset pemerintah dalam bentuk token.

Kazakhstan juga memperkenalkan segmen baru dalam pasar pembayaran berupa organisasi pembayaran berlisensi kategori pertama. Pemerintah berharap skema tersebut mendorong persaingan, menurunkan biaya bagi nasabah dan memperluas akses terhadap layanan keuangan digital.

QR lintas bank mulai digunakan

Dalam sistem pembayaran nasional, pembayaran dan transfer melalui QR serta nomor telepon antar nasabah bank mulai diluncurkan pada 19 Juli.

Sejak diluncurkan, sistem tersebut telah memproses 6,5 juta transaksi dengan nilai mencapai 170 miliar tenge.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari agenda Kazakhstan untuk memperluas infrastruktur pembayaran digital sekaligus membangun ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi.

Di tengah penurunan inflasi dan perubahan pola penyaluran kredit, Bank Nasional Kazakhstan tetap menghadapi target untuk membawa inflasi menuju sasaran jangka menengah 5 persen. Pada saat yang sama, penguatan pembiayaan bisnis dan pengembangan infrastruktur keuangan digital menjadi bagian dari arah kebijakan ekonomi Kazakhstan sepanjang 2026. ***