LENTERAMERAH — Sebanyak 79.500 pemuda di Belarus mendapatkan pekerjaan pertama dalam tujuh bulan pertama 2026. Penempatan tersebut menjadi bagian dari kebijakan ketenagakerjaan yang memberikan dukungan langsung kepada anak muda yang memasuki pasar kerja.
Sebagaimana dilaporkan Kementerian Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Belarus, hasil tersebut didukung sejumlah instrumen layanan ketenagakerjaan, mulai dari bantuan kepada pemberi kerja hingga bursa lowongan dan program pekerjaan sementara bagi pelajar.
Pemberi kerja mendapat dukungan untuk merekrut pemuda
Salah satu mekanisme yang digunakan pemerintah adalah dukungan finansial kepada pemberi kerja yang merekrut tenaga kerja muda.
Melalui mekanisme tersebut, layanan ketenagakerjaan mengganti biaya yang dikeluarkan pemberi kerja untuk membayar upah minimum dan iuran wajib bagi pekerja muda selama enam bulan pertama masa kerja.
Skema ini memberikan insentif kepada perusahaan untuk merekrut pekerja muda sekaligus membantu mengurangi beban biaya pada periode awal ketika seorang pekerja baru mulai masuk ke lingkungan kerja.
Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, mekanisme tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk memperluas akses pemuda terhadap pekerjaan pertama.
Bursa kerja diikuti 63.400 orang
Bursa lowongan kerja juga menjadi salah satu jalur utama mempertemukan pencari kerja muda dengan pemberi kerja.
Sepanjang 2026, sekitar 63.400 orang telah mengikuti berbagai bursa lowongan kerja. Dari jumlah tersebut, setiap peserta berhasil memperoleh pekerjaan, menurut data yang disampaikan Kementerian Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial Belarus.
Bursa tersebut melengkapi layanan ketenagakerjaan yang memberikan informasi mengenai lowongan sekaligus membantu pencari kerja berhubungan langsung dengan calon pemberi kerja.
48 ribu pelajar mendapat pekerjaan sementara
Kebijakan ketenagakerjaan bagi pemuda tidak hanya diarahkan pada pekerjaan tetap.
Belarus juga menjalankan program pekerjaan sementara bagi pelajar selama masa liburan atau di luar waktu belajar. Dengan bantuan lembaga ketenagakerjaan, sekitar 48 ribu siswa dan mahasiswa memperoleh pekerjaan sementara sepanjang tahun ini.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum menyelesaikan pendidikan sekaligus mendapatkan penghasilan selama masa libur atau di luar jam belajar.
Selain itu, sekitar 1.000 pelajar terlibat dalam kegiatan yang memiliki manfaat sosial melalui proyek republik “Time of Good Deeds”. Dalam program tersebut, peserta membantu penghuni panti sosial serta masyarakat yang menerima layanan dari pusat pelayanan sosial di berbagai wilayah.
Pemuda menjadi bagian penting tenaga kerja Belarus
Belarus saat ini memiliki sekitar 900 ribu orang berusia muda. Kelompok tersebut menjadi bagian penting dari potensi tenaga kerja negara.
Data yang dikemukakan dalam laporan tersebut juga menunjukkan sejumlah sektor yang memiliki proporsi pekerja berusia 15–30 tahun relatif besar.
Lima bidang dengan keterlibatan pekerja muda paling tinggi adalah akomodasi sementara dan jasa makanan, informasi dan komunikasi, administrasi pemerintahan, jasa lainnya, serta industri kreatif, olahraga, hiburan dan rekreasi.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa tenaga kerja muda Belarus tidak terkonsentrasi hanya pada satu jenis kegiatan ekonomi. Mereka terserap baik dalam sektor jasa maupun bidang yang berkaitan dengan informasi, pemerintahan dan industri kreatif.
Pekerjaan pertama menjadi fokus kebijakan
Capaian 79.500 pekerjaan pertama dalam tujuh bulan memperlihatkan bahwa pemerintah Belarus memberikan perhatian khusus pada fase awal masuknya pemuda ke pasar kerja.
Dukungan kepada pemberi kerja, bursa lowongan, pekerjaan sementara bagi pelajar dan program kegiatan sosial menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan untuk memperluas pengalaman dan kesempatan kerja bagi generasi muda.
Pada saat yang sama, besarnya jumlah pelajar yang memperoleh pekerjaan sementara menunjukkan bahwa kebijakan ketenagakerjaan pemuda tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja permanen, tetapi juga membuka jalur pengalaman kerja sejak masih menempuh pendidikan. ***




