LENTERAMERAH — Kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah berkembang ke arah lain di media sosial. Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh kini dituding memiliki kaitan dengan dugaan penyimpanan aset Febrie melalui yayasan sosial di Purwakarta.
Tudingan itu muncul dalam Reel akun Instagram @GROSIRFAKTA yang diunggah pada 7 September 2026. Narasinya menyebut Ateh diduga membangun “tameng moral” melalui Yayasan Endan Andansih, lengkap dengan masjid dan madrasah, untuk menyembunyikan dolar dan emas yang disebut berasal dari Febrie Adriansyah.
Narasi tersebut bahkan mengaitkan dugaan aset itu dengan tudingan bahwa Ateh menerima “tanda terima kasih” karena disebut menggerakkan BPKP untuk memanipulasi angka kerugian negara dalam sejumlah perkara.
Yusuf Ateh dan Yayasan Endan Andansih
Keberadaan Yusuf Ateh Febrie Adriansyah dalam narasi tersebut kemudian dikaitkan dengan Yayasan Endan Andansih. Yayasan ini memang ada dan beraktivitas di Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.
Muhammad Yusuf Ateh tercatat sebagai pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina yayasan. Salah satu fasilitas yang berada di kompleks tersebut adalah Masjid Endan Andansih, yang diresmikan pada Juni 2023.
Masjid tersebut dibangun di atas lahan sekitar 18.965 meter persegi dengan kapasitas sekitar 1.200 jamaah. Nama Endan Andansih diambil dari nama ibu Yusuf Ateh.
Yayasan juga mengembangkan fasilitas pendidikan berupa Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara. Rencana madrasah boarding school tersebut turut ditampilkan dalam materi visual yang digunakan @GROSIRFAKTA.
Dikaitkan dengan Temuan Emas dan Uang Febrie
Narasi @GROSIRFAKTA muncul setelah penyidik menggeledah sejumlah lokasi terkait perkara Febrie Adriansyah pada 8 Juli 2026. Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah Febrie di Sentul, Bogor.
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita 74 kilogram emas batangan, uang tunai sekitar Rp282,4 miliar, valuta asing dan sebuah brankas berukuran sekitar dua meter.
Febrie mengakui rumah di Sentul tersebut merupakan miliknya, tetapi membantah memiliki 74 kilogram emas yang ditemukan penyidik. Ia juga membantah kepemilikan Cafe de’Clan Signature di Cipete yang turut digeledah.
Dari temuan tersebut, @GROSIRFAKTA kemudian membangun narasi bahwa sebagian aset hasil dugaan korupsi Febrie diduga dialihkan atau disembunyikan melalui pihak lain. Yusuf Ateh dan Yayasan Endan Andansih disebut dalam narasi tersebut sebagai salah satu pihak yang perlu ditelusuri.
Akun itu menyerukan Kortastipidkor dan KPK melakukan follow the money untuk mengusut kemungkinan hubungan aset tersebut, termasuk dugaan aliran dolar dan emas kepada Ateh.
Reel yang diunggah 7 September 2026 itu mencatat sekitar 4.100 likes dan 270 komentar. Hingga materi tersebut dihimpun, jumlah pengikut @GROSIRFAKTA berada di kisaran 810 akun. ***




