Dari Chernobyl ke Radmetron, Perjalanan Teknologi Deteksi Radiasi Belarus

Pengalaman setelah kecelakaan Chernobyl ikut mendorong perkembangan instrumen deteksi radiasi di Belarus yang kemudian berkembang melalui Polimaster hingga Radmetron.
Radmetron meneruskan sejarah panjang pengembangan instrumen radiasi Belarus yang berawal dari kebutuhan dosimeter setelah kecelakaan Chernobyl.

LENTERAMERAH — Ketika kontaminasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Banten, ditelusuri pada 2025, salah satu persoalan yang muncul adalah bagaimana keberadaan radiasi yang tidak terlihat dapat dideteksi, diukur dan dilacak. Di Belarus, kebutuhan terhadap instrumen semacam itu memiliki sejarah yang panjang dan salah satu titik pentingnya berada pada periode setelah kecelakaan Chernobyl 1986.

Menurut berbagai sumber yang ditelusuri redaksi, sejarah Radmetron berkaitan dengan pengembangan dosimeter setelah kecelakaan tersebut. Katalog Radmetron menyebut perusahaan pendahulunya berawal dari Intermaster yang didirikan Alexander Antonovsky pada 1986. Perkembangan berikutnya membawa pembentukan Polimaster pada 1992, yang kemudian tumbuh menjadi kelompok perusahaan dengan kegiatan internasional.

Teknologi deteksi radiasi Belarus

Perjalanan tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan terhadap instrumen radiasi. Perangkat yang awalnya dibutuhkan untuk mengetahui paparan terhadap manusia kemudian berkembang menjadi instrumen yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan pemantauan, pencarian sumber radioaktif, pengukuran dan analisis.

Polimaster memperluas kegiatannya ke sejumlah pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Lithuania. Perusahaan tersebut juga mengembangkan berbagai jenis instrumen, mulai dari dosimeter pribadi hingga perangkat untuk pencarian dan identifikasi material radioaktif.

Dokumentasi Polimaster mencatat bahwa perusahaan didirikan di Minsk pada 1992 sebagai usaha patungan Belarus dan Polandia. Perusahaan tersebut kemudian mengembangkan sekitar 140 produk dan telah mendistribusikan lebih dari 143.000 perangkat secara global.

Pada 2022 terjadi perubahan struktur. Unit Belarus yang sebelumnya merupakan bagian dari Polimaster dipisahkan dan menjadi perusahaan independen bernama Radmetron. Sumber perusahaan dan catatan industri juga mencatat perubahan tersebut sebagai pemisahan unit Belarus dari kelompok Polimaster.

Radmetron kemudian melanjutkan pengembangan perangkat untuk pengukuran dan pengendalian radiasi. Portofolionya mencakup dosimeter, radiometer, instrumen pencarian, spektrometer, sistem deteksi dan perangkat pemantauan lainnya.

Salah satu contoh adalah PM1401K, yang dalam registrasi Belarus digunakan untuk mengukur radiasi gamma dan sinar-X, mendeteksi kontaminasi alfa dan beta, menyimpan spektrum gamma serta membantu identifikasi komposisi radionuklida. Instrumen tersebut juga dapat digunakan untuk mencari dan melokalisasi material radioaktif.

Perkembangan itu memperlihatkan bagaimana pengalaman historis terhadap kecelakaan nuklir kemudian berkelindan dengan kebutuhan teknologi. Dari alat untuk mengukur paparan individu, teknologi tersebut berkembang menjadi sistem yang dapat membantu menemukan sumber, mengidentifikasi material dan memantau lingkungan radiasi. ***