KNMP Waryesi Supiori Papua Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan Nelayan

LENTERAMERAH.COM , PAPUA — Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, dipersiapkan sebagai salah satu lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Pengembangan KNMP di Waryesi mendapat dukungan dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat.

Kehadiran program tersebut juga disambut positif ketika pemerintah daerah bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Satgas, serta Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan KNMP melakukan kunjungan pada Juni 2026.

Bagi masyarakat nelayan Waryesi, pembangunan KNMP dinilai relevan dengan kondisi di lapangan.

Nelayan masih menghadapi keterbatasan sarana produksi, fasilitas pendaratan hasil tangkapan, hingga akses pemasaran.

Perwakilan nelayan Waryesi, Matias Mansoeben, sebelumnya menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap perahu, alat tangkap, dan tempat pendaratan yang layak masih menjadi persoalan dalam kegiatan nelayan sehari-hari.

“Kondisi nelayan di lapangan memang kami sangat kekurangan dengan hal-hal lain berkaitan dengan perahu, tempat pendaratan, dan juga alat-alat tangkap,” kata Matias Mansoeben.

KNMP Waryesi Perkuat Rantai Usaha Perikanan

Persoalan yang dihadapi nelayan Waryesi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menangkap ikan.

Setelah hasil tangkapan didaratkan, diperlukan fasilitas penanganan, penyimpanan, distribusi, pengolahan, hingga pemasaran.

Keterbatasan tempat penjualan ikan di Waryesi juga menjadi salah satu tantangan. Kondisi tersebut membuat sebagian hasil tangkapan belum selalu terserap pasar secara optimal.

Karena itu, pengembangan KNMP diharapkan dapat memperkuat keterhubungan rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir.

Konsep KNMP yang dikembangkan KKP mencakup kawasan nelayan, fasilitas pendaratan, rantai dingin, pengolahan, logistik, serta akses pasar.

Dengan ekosistem tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat ditangani secara lebih baik sebelum dipasarkan ke tingkat regional, nasional maupun pasar ekspor.

Pembangunan KNMP Bukan Sekadar Infrastruktur

Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya diarahkan pada pembangunan fasilitas fisik.

KKP juga menempatkan aspek keberlanjutan, pendampingan masyarakat, dan penguatan kegiatan ekonomi sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan.

Dalam siaran pers KKP pada 16 Juni 2025, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin menyampaikan bahwa KNMP diarahkan untuk menghasilkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan kawasan.

Kelembagaan usaha dan pendampingan masyarakat menjadi bagian dari upaya agar aktivitas ekonomi perikanan dapat berkembang dari tahap produksi hingga pemasaran.

Konsep ini juga berkaitan dengan kebijakan ekonomi biru KKP, yang mendorong pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kehidupan masyarakat pesisir.

Dalam publikasi KKP pada Juli 2026, KNMP disebut sebagai salah satu implementasi kebijakan ekonomi biru yang menghubungkan pengembangan ekonomi berbasis perikanan dengan penghidupan masyarakat dan pengelolaan kawasan pesisir.

Potensi Ekonomi Nelayan Waryesi Papua

Bagi masyarakat Waryesi, pengembangan KNMP dapat membuka peluang agar potensi laut tidak hanya dimanfaatkan melalui kegiatan penangkapan ikan.

Jika didukung sarana produksi, fasilitas pendaratan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, dan pemasaran yang memadai, masyarakat dapat memiliki peluang untuk mengembangkan aktivitas ekonomi perikanan yang lebih terintegrasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menjelaskan bahwa KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan nelayan, rantai dingin, industri pengolahan, dan pasar.

Menurut KKP, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi sektor perikanan.

“Kalau Kampung Nelayan Merah Putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” ujar Trenggono.

Penerapan konsep tersebut di Waryesi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lokal. Manfaat program akan bergantung pada kesiapan fasilitas, pengelolaan, kapasitas masyarakat, akses pasar, serta keberlanjutan sumber daya laut.

Keberlanjutan Jadi Kunci KNMP Waryesi

Keberhasilan KNMP Waryesi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur. Fasilitas yang tersedia perlu dikelola dan dimanfaatkan secara produktif agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, pengelola, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program.

Respons positif masyarakat menunjukkan adanya harapan terhadap pengembangan KNMP di Waryesi.

Matias Mansoeben sebelumnya menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat setempat.

“Dengan adanya program KNMP ini kami sangat senang karena bisa mendukung ekonomi kami ke depan untuk bagaimana masyarakat sejahtera,” kata Matias.

Pembangunan KNMP Waryesi pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk menghadirkan fasilitas perikanan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pesisir yang lebih terintegrasi.

Dengan pengelolaan yang baik, keterlibatan masyarakat, penguatan rantai usaha dari hulu hingga hilir, serta akses pasar yang lebih terbuka, potensi perikanan Waryesi dapat dikembangkan secara lebih produktif.

Di sisi lain, keberlanjutan ekosistem pesisir tetap menjadi faktor penting.

Pemanfaatan sumber daya laut perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan agar sumber penghidupan masyarakat nelayan Papua tetap tersedia untuk generasi mendatang.

Pengembangan KNMP di Waryesi menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Supiori, Papua.

Dengan dukungan infrastruktur, pendampingan, dan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat nelayan.***