Pusat Pendidikan Rusia di Jakarta Memasuki Tahun Ketiga

Pusat Pendidikan Terbuka Ural State Pedagogical University di Universitas Krisnadwipayana memasuki tahun ketiga, bersamaan dengan festival bahasa dan budaya Rusia di Jakarta.
Ural State Pedagogical University melanjutkan kerja sama pendidikan di Jakarta melalui pusat pendidikan terbuka dan kegiatan bahasa serta budaya Rusia.

LENTERAMERAH — Kerja sama pendidikan Rusia dan Indonesia kembali berlangsung di Jakarta melalui Pusat Pendidikan Terbuka Ural State Pedagogical University di Universitas Krisnadwipayana. Pusat tersebut telah dibuka untuk tahun ketiga berturut-turut, bersamaan dengan penyelenggaraan festival bahasa Rusia “Beauty of the Russian Word” pada 14–16 September 2026.

Pembukaan pusat pendidikan itu dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. Dalam sambutannya, Tolchenov menekankan pentingnya generasi muda mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Rusia, serta menyebut kerja sama pendidikan sebagai bagian penting dari hubungan Rusia dan Indonesia.

Bahasa dan budaya Rusia masuk ruang kampus

Festival “Beauty of the Russian Word” mempertemukan mahasiswa dan pelajar Indonesia dalam rangkaian lokakarya, seminar dan kuliah mengenai bahasa serta budaya Rusia.

Delegasi Ural State Pedagogical University dipimpin Daria Starkova, Direktur Institut Bahasa Asing universitas tersebut. Para dosen memberikan sesi interaktif mengenai sejumlah tahap penting dalam sejarah Rusia serta dasar-dasar aksara Kiril.

Kegiatan tersebut tidak disebut sebagai kursus bahasa Rusia dalam materi penyelenggara. Bentuknya lebih luas, yakni kegiatan edukasi yang menggabungkan pengenalan bahasa, sejarah dan budaya Rusia.

Pusat pendidikan berjalan untuk tahun ketiga

Yang lebih penting dari festival tiga hari tersebut adalah keberlanjutan Pusat Pendidikan Terbuka Ural State Pedagogical University di Universitas Krisnadwipayana. Pembukaannya pada 14 September 2026 disebut berlangsung untuk tahun ketiga berturut-turut.

Wakil Rektor Universitas Krisnadwipayana Parbuntian Sinaga menyebut kegiatan semacam itu sebagai salah satu inisiatif yang berkontribusi terhadap pengembangan hubungan budaya kedua negara. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kemauan pihak Rusia memperluas ruang kerja sama.

Daria Starkova menyatakan pihak universitas Rusia berencana melanjutkan kegiatan bersama Universitas Krisnadwipayana. Pernyataan itu memberi dimensi yang lebih panjang dibanding festival yang berlangsung selama tiga hari.

Diplomasi pendidikan bertemu diplomasi budaya

Keterlibatan Kedutaan Besar Rusia juga terlihat dalam rangkaian pembukaan. Sergei Tolchenov menyatakan harapannya agar bahasa Rusia semakin populer di Indonesia sehingga mahasiswa dan pelajar dapat mengenal budaya Rusia.

Pada acara tersebut, siswa sekolah Kedutaan Besar Rusia menampilkan lagu-lagu tradisional Rusia dan tarian. Dengan demikian, kegiatan di Universitas Krisnadwipayana mempertemukan pengajaran, pengenalan budaya dan hubungan antarlembaga dalam satu ruang pendidikan.

Bagi hubungan Rusia-Indonesia, keberadaan pusat pendidikan yang memasuki tahun ketiga memberikan bentuk kerja sama yang lebih berkelanjutan daripada sebuah festival yang hanya berlangsung beberapa hari. ***