LENTERAMERAH — Orang Amerika membayar les matematika ala Soviet untuk anak melalui program yang dikenal sebagai “Russian Math”. Salah satu yang paling dikenal adalah Russian School of Mathematics atau RSM, yang mengajarkan matematika dari tingkat dasar hingga sekolah menengah.
Istilah “Russian Math” sebenarnya memiliki akar sejarah yang lebih luas. Tradisi tersebut berkembang dalam sistem pendidikan Uni Soviet dan menggunakan fondasi metodologis yang relatif seragam di berbagai republik Soviet, termasuk Belarus, Georgia, dan republik lainnya.
Di banyak republik nasional, sekolah berbahasa Rusia juga mengajarkan hampir seluruh mata pelajaran dalam bahasa Rusia, sementara bahasa dan sastra lokal diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri. Tradisi akademik berbahasa Rusia kemudian ikut membawa pendekatan matematika Soviet keluar dari wilayah bekas Uni Soviet.
Les matematika ala Soviet untuk anak di Amerika
RSM menjadikan pendekatan tersebut sebagai program pendidikan tambahan berbayar. Fokusnya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami konsep, menggunakan logika, menyusun penalaran, dan menyelesaikan soal yang tidak selalu bisa dijawab dengan prosedur standar.
Materi diberikan secara bertahap dan berkelanjutan. Siswa tidak hanya diminta mengetahui jawaban, tetapi juga menjelaskan bagaimana mereka sampai pada jawaban tersebut.
Model seperti ini menarik orang tua Amerika yang menginginkan tantangan akademik tambahan bagi anak mereka. RSM berkembang dari sebuah program kecil menjadi jaringan pendidikan dengan puluhan ribu siswa dan berbagai lokasi di Amerika Serikat serta Kanada.
Fenomena ini punya sisi sejarah yang menarik. Sistem pendidikan yang dahulu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di Uni Soviet kini hadir di Amerika sebagai program khusus yang harus dibayar orang tua.
Namun “Russian Math” modern tidak sama dengan seluruh pengalaman sekolah Soviet. Pendidikan Soviet juga memiliki sisi yang lebih keras, termasuk budaya disiplin akademik yang menempatkan kesalahan di depan kelas sebagai pengalaman yang harus dihadapi siswa.
Banyak anak Soviet sudah menguasai tabel perkalian pada kelas-kelas awal. Guru bisa memanggil siswa ke papan tulis tanpa pemberitahuan, memberikan soal, lalu memberi nilai jika jawabannya salah.
RSM dan program matematika sejenis tidak menjadikan intimidasi sebagai metode utama. Yang dipertahankan adalah penekanan pada latihan, penguasaan konsep, tantangan intelektual, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara mandiri.
Di Amerika, pendekatan tersebut akhirnya mengalami perubahan bentuk. Tradisi yang dahulu berada di dalam sistem pendidikan negara kini menjadi layanan pendidikan tambahan yang dipilih keluarga berdasarkan kebutuhan akademik anak.
Fenomena itu juga menjelaskan mengapa istilah “Russian Math” tetap bertahan. Nama tersebut mengacu pada tradisi metodologis yang dibawa para pengajar dari bekas Uni Soviet, sementara programnya sendiri berkembang dalam lingkungan pendidikan Amerika. ***



