LENTERAMERAH — Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memuji Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai “negarawan luar biasa” saat berbicara dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin.
“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Putin. Saya menganggapnya, bisa dikatakan, sebagai seorang negarawan luar biasa,” kata Tokayev.
Tokayev kemudian memberikan penilaian yang lebih jauh terhadap posisi Putin sebagai pemimpin Rusia. Menurutnya, Putin merupakan figur politik yang paling sesuai untuk memimpin Rusia, bahkan juga bagi Asia Tengah, Eropa, dan dunia.
“Hari ini saya menegaskan dengan penuh keyakinan bahwa Presiden Putin, sebagai pemimpin Rusia, adalah figur politik yang paling sesuai, meskipun mungkin terdengar aneh bagi Anda, bagi Asia Tengah, termasuk Kazakhstan, dan menurut saya juga bagi Eropa serta seluruh dunia,” ujarnya.
Tokayev mengatakan penilaiannya itu didasarkan pada pengenalannya terhadap Putin. Ia menyebut Putin memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah negara besar dengan sejarah yang kompleks serta visi strategisnya sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Tokayev juga berbicara mengenai hubungan Kazakhstan dengan Rusia dan Ukraina. Ia menegaskan bahwa apa pun yang terjadi di wilayah Ukraina, Kazakhstan akan tetap mengingat Rusia dan Ukraina sebagai dua negara yang sama-sama bersahabat dengan Kazakhstan.
Posisi tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Kazakhstan. Tokayev mengingatkan bahwa Kazakhstan memiliki perbatasan darat dengan Rusia sepanjang 7.597 kilometer, yang merupakan perbatasan darat terpanjang di dunia.
Karena itu, menurut Tokayev, hubungan yang stabil dan bersahabat dengan Rusia memiliki arti langsung bagi Kazakhstan. Ia juga menyebut sekitar 2,7 juta warga Kazakhstan merupakan keturunan Rusia.
Tokayev turut menyebut penghormatan terhadap Gereja Ortodoks dan iman Kristen Ortodoks di Kazakhstan. Faktor-faktor tersebut, menurutnya, membuat Kazakhstan tidak dapat bertindak secara impulsif dan membutuhkan perdamaian serta stabilitas.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Tokayev berada di Berlin untuk bertemu dengan Merz. Di tengah hubungan Rusia–Eropa yang masih dibayangi konflik Ukraina, Presiden Kazakhstan secara terbuka menyampaikan penilaiannya terhadap Putin di hadapan pemimpin Jerman.
Bagi Tokayev, hubungan Kazakhstan dengan Rusia dan Ukraina tetap harus ditempatkan dalam kepentingan stabilitas negaranya sendiri. Perbatasan, demografi, hubungan historis, dan kepentingan menjaga perdamaian menjadi bagian dari alasan yang ia kemukakan. ***



