LENTERAMERAH — Dunia tidak hanya menghadapi krisis air, tetapi juga kemungkinan memasuki fase yang lebih serius: kebangkrutan air. Konsep yang ditampilkan Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) menggambarkan kondisi ketika suatu wilayah menggunakan air lebih banyak daripada yang dapat disediakan kembali oleh siklus hidrologisnya.
Diagram UNDRR yang bersumber dari UNU-INWEH 2026 menyusun persoalan ini seperti neraca keuangan. Di satu sisi terdapat pasokan atau “pendapatan”, sementara di sisi lain terdapat penggunaan atau “pengeluaran”. Kebangkrutan terjadi ketika pendapatan air lebih kecil daripada pengeluarannya.
Pada sisi pendapatan, air permukaan seperti sungai, danau, lahan basah dan lapisan salju berfungsi sebagai sistem yang mengatur, menyimpan dan menyalurkan air. Ini merupakan bagian dari rekening berjalan dalam neraca air karena terus menerima dan mengalirkan air melalui siklus hidrologis.
Komponen kedua adalah akuifer. Air tanah berfungsi seperti rekening tabungan karena menyimpan air dan membantu menstabilkan variasi musiman serta keandalan pasokan antarperiode.
Kelembapan tanah juga masuk dalam sistem pasokan. Tanah menahan air, mengatur infiltrasi dan penguapan, sehingga berperan dalam mempertahankan keseimbangan air di lingkungan.
Sementara itu, gletser merupakan bentuk penyimpanan air jangka panjang. Air yang tersimpan sebagai es dilepaskan secara perlahan melalui pencairan dan dapat menjadi bagian dari pasokan bagi wilayah yang bergantung pada sumber tersebut.
Persoalan muncul ketika empat komponen tersebut tidak lagi mampu mengikuti laju penggunaan. Pada sisi pengeluaran, diagram membaginya ke dalam empat kebutuhan utama: perkotaan dan sosial, pertanian dan pangan, industri dan ekonomi, serta energi.
Sektor perkotaan dan sosial membutuhkan air untuk menyediakan layanan dasar sekaligus melindungi kesehatan, keselamatan dan kehidupan masyarakat. Air bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi bagian dari sistem layanan publik yang menopang aktivitas perkotaan.
Pertanian dan pangan memiliki kebutuhan berbeda. Air diperlukan untuk produksi pangan, irigasi dan pengolahan hasil pertanian. Ketika pasokan air terganggu, persoalannya dapat langsung berhubungan dengan kemampuan suatu wilayah mempertahankan produksi pangan.
Industri dan ekonomi juga berada dalam sisi pengeluaran. Air diperlukan untuk berbagai aktivitas industri dan jasa, sehingga ketersediaannya menjadi bagian dari kemampuan suatu wilayah mempertahankan kegiatan ekonomi.
Komponen keempat adalah energi. Sistem energi membutuhkan air untuk menopang pembangkitan energi, pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas. Dengan demikian, tekanan terhadap air tidak berhenti pada sektor lingkungan, tetapi juga menyentuh infrastruktur ekonomi.
Diagram tersebut memberikan dua kondisi penting. Pertama, “insolvency” terjadi ketika pendapatan air lebih kecil daripada pengeluaran air. Kedua, terdapat kondisi yang lebih sulit dipulihkan ketika penggunaan air menyebabkan kerusakan modal alam yang tidak dapat diperbaiki.
Di titik inilah istilah kebangkrutan air memperoleh maknanya. Persoalannya bukan sekadar suatu wilayah mengalami kekurangan air pada periode tertentu, melainkan menggunakan sumber daya air dengan kecepatan yang melampaui kemampuan sistem alam untuk memulihkannya.
Materi UNDRR menyebut 75 persen penduduk dunia berada di negara-negara yang mengalami ketidakamanan air. Sekitar 3 miliar orang menghadapi kondisi penyimpanan air yang tidak stabil, sementara 4 miliar orang menghadapi kelangkaan air parah setiap tahun.
Angka-angka tersebut memperlihatkan tekanan yang terjadi pada kedua sisi neraca. Kebutuhan terus berjalan melalui kota, pertanian, industri dan energi, sementara sumber pasokan memiliki batas ekologis dan sebagian di antaranya membutuhkan waktu sangat panjang untuk pulih.
Karena itu, persoalan yang digambarkan diagram tersebut bukan sekadar berapa banyak air yang tersedia hari ini. Yang dipertaruhkan adalah apakah sebuah wilayah masih hidup dari “pendapatan” air yang diperbarui secara alami atau sudah mulai membelanjakan “tabungan” berupa akuifer, kelembapan tanah dan cadangan gletser. ***




