LENTERAMERAH — Delegasi Indonesia dilaporkan meninggalkan ruang konferensi saat Presiden Israel Isaac Herzog menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-7 Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA) di Baku, Azerbaijan, Kamis (15/10/2026). Indonesia bergabung dengan 12 delegasi negara lain yang melakukan aksi serupa sebagai bentuk protes terhadap pidato Herzog.
Menurut laporan kantor berita WANA, total 13 dari 28 delegasi yang menghadiri pertemuan tersebut meninggalkan ruang konferensi ketika presiden Israel itu berbicara. Selain Indonesia, delegasi yang disebut ikut walk out berasal dari Iran, Palestina, Pakistan, Arab Saudi, Türkiye, Irak, Mesir, Kuwait, Qatar, Yordania, Malaysia, dan Bangladesh.
Delegasi Iran dipimpin Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Hukum dan Internasional. Laporan WANA menyebut aksi meninggalkan ruangan itu merupakan bentuk protes terhadap pidato Herzog.
Peristiwa tersebut berlangsung di tengah agenda KTT CICA yang mengangkat upaya membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama antarnegara Asia. Forum ini mempertemukan negara-negara anggotanya untuk membahas hubungan dan kepentingan regional.
KTT CICA Bahas Masa Depan Kepercayaan
Dalam pemberitaan mengenai pembukaan KTT CICA ke-7, Vietnam.vn menempatkan pembangunan kepercayaan sebagai salah satu tema utama pertemuan. Agenda tersebut menjadi latar bagi berlangsungnya forum yang dihadiri negara-negara dengan kepentingan dan posisi politik berbeda.
Aksi walk out oleh 13 delegasi saat Herzog berpidato memperlihatkan adanya penolakan politik di dalam forum tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada keterangan terperinci mengenai pernyataan resmi delegasi Indonesia terkait keputusan meninggalkan ruangan.
Herzog tiba di Baku pada Rabu (14/10/2026) untuk menghadiri KTT. Di sela pertemuan, ia juga mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengenai hubungan bilateral, Abraham Accords, dan perkembangan regional.
CICA diusulkan pada 1992 oleh Presiden Kazakhstan saat itu, Nursultan Nazarbayev, dengan tujuan memperkuat kerja sama dan mendorong pembangunan kepercayaan di Asia. Iran termasuk di antara 28 negara anggota forum tersebut. ***




